Bengkel Motor: Pilih Bengkel Resmi atau Non-Resmi?

Jakarta, 23 Maret 2010. Maraknya perkembangan sepeda motor di tanah air, memberikan angin segar bagi pertumbuhan usaha atau bisnis perbengkelan, serta berjualan asesories motor. Khususnya untuk bengkel motor, kini pihak konsumen sering dihadapkan pada banyak pilihan, apakah servis motor seharusnya masuk ke bengkel resmi ATPM, atau masuk ke bengkel non-resmi?

Harus diakui bahwa bisnis bengkel kini sangat menggiurkan, bahkan sangat menjajikan, dan tidak akan mengenal surut. Lihat saja disekitar kita, selain banyaknya bengkel resmi dari pihak ATPM, juga dibarengi dengan pertumbuhan bengkel-bengkel di pinggir jalan mulai dari kios biasa, hingga ruko (rumah toko) yang mewah. Semua ini terjadi akibat populasi kendaraan bermotor roda dua yang kini jumlahnya sudah mencapai angka jutaan.

Angka jutaan dari populasi kendaraan sepeda motor ini, paling tidak membutuhkan perawatan atau servis rutin agar motor tetap prima. Hanya saja, disini kita sebagai konsumen perlu waspada, karena tidak semua bengkel dapat memberikan servis yang baik, atau yang sesuai dengan keinginan kita. Malah sering ditemukan ada banyak bengkel yang tidak perlu ngantri panjang, tapi kerjanya asal-asalan. Sebaliknya, ada juga bengkel yang sangat ramai, antrinya luar biasa, tapi mendapatkan hasil yang memuaskan.

Yuk.. kita bahas dulu perbedaan antara bengkel resmi dengan bengkel tidak resmi.

Bengkel Resmi

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) merek Honda dan Yamaha sampai saat ini masih mendominasi usaha bengkel resmi yang sangat mudah ditemui hampir diseluruh lokasi/daerah. Namun demikian, tak ketinggalan merek lain seperti Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS, Piaggio ikut pula meramaikan usaha perbengkelan. Hanya sayang, bengkel resmi Kymco belakangan ini sudah tak ada kabarnya lagi.

Sebagai contoh, Honda pada saat ini memiliki bengkel resmi yang disebut dengan “Astra Honda Authorized Service Station (AHASS)“.

Tujuan dari pada pelayanan bengkel resmi AHASS ini, diharapkan agar para pemilik motor Honda dijamin akan mendapat pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar dari pabrikan Honda melalui PT ASTRA HONDA MOTOR (AHM). Selain itu, bengkel AHASS beserta dengan jaringan-nya yanga ada diseluruh Indonesia yang kini sudah berjumlah lebih dari 2000, juga akan bertugas memberikan memberikan layanan after sales service (purna jual).

Sebenarnya AHASS merupakan usaha skala kecil dan menengah (USKM), dan seiap orang bisa saja membuka bengkel resmi Honda. Bahkan klub dan komunitas motor semacam HTML (Honda Tiger Mailing List) sudah memiliki usaha bengkel AHASS dibawah bendera Koperasi HTML.  Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum ditunjuk sebagai bengkel resmi, paling tidak bengkel sudah disurvey dan memiliki lokasi dengan luas minimal 6×15 meter. Lokasi  sesuai dengan mapping yang ada dan mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh pabrikan AHM, dan/atau melalui jaringan distributor wilayah.

Jjika sudah jadi bengkel resmi AHASS, tidak boleh lagi melayani motor merek lain. Karena ini menyangkut kesepakatan dan kerjasama, serta komitment yang sudah ditandatangani secara bersama dalam kontrak. Harapannya pelayanan bengkel untuk setiap konsumen akan semakin baik dan lebih fokus. Syarat lainnya, harus punya izin usaha, SIUPP, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan.

Kebutuhan mekanik minimal harus 3 orang dan 1 front desk, disertai dengan alat bike lift (pit) untuk tempat kerja minimal 2 buah. Menurut ketentuan Honda, untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan di seluruh jaringan AHASS, minimal harus memiliki standar fasilitas fisik yang sama, yaitu Front Desk, Bike Lift, Piping System, Exhaust System dan Oil Drain.

Standarisasi Yang Sama

Jika anda tertarik mau membuka usaha bengkel resmi seperti ini, selain mengikuti keterangan di atas, maka anda juga diminta untuk menyelesaikan masalah administrasi, antara lain masalah legalitas, masalah persetujuan dari pihak PT AHM.

Sedangkan dana yang harus disiapkan oleh pemilik bengkel minimal Rp 50 juta. Jika pemilik bengkel meminta stok suku cadang (spare-parts), maka pemilik harus menyiapkan tambahan dana 50 juta lagi, sehingga total dana menjadi Rp 100 juta. Hitungan modal usaha untuk membuat bengkel resmi jelas sekali butuh biaya yang cukup besar, dan ini tak dapat dipenuhi oleh semua orang yang punya bakat sebagai mekanik.

Bicara perihal prosedur dalam teknis dan pelayanan, maka sebelumnya para petugas bengkel akan diberikan pelatihan dasar selama seminggu untuk memiliki standarisasi kerja pada 20 titik servis. Salah satunya, minimal mekanik bisa melakukan tune up motor. Juga ada pelatihan tingkat lanjut yang lebih bersifat analisis, sekitar 14 hari. Mekanik akan diberikan teknik bongkar pasar dan menalisis kerusakan dan perbaikan. Sedang pelatihan berikutnya adalah lebih ke arah manajemen selama 14 hari juga. Di sini para mekanik akan dilatih bagaimana mengelola bengkel secara benar dengan sistem yang baik.

Untuk memperkokoh pelatihan-pelatihan di atas, pihak PT AHM juga akan memberikan pelatihan administrasi secara terpisah. Di sini dilatih bagaimana membuat laporan harian, bulanan, dan perintah kerja. Dan yang terpenting adalah mereka harus menguasai WPP (Workshop Performance Parameter) yang lebih kepada penguasaan bagaimana seharusnya performa bengkel dengan segala atributnya.

Bagaimana dengan bengkel ATPM Yamaha? Menurut pendapat SL.com kurang lebih secara prosedur persyatannya hampir sama dengan contoh dari bengkel resmi Honda atau AHASS di-atas. Sebagai perusahaan besar, sudah tentu Yamaha melalui YSS (Yamaha Service Shop) juga memiliki dan mengikuti pola pelayanan yang standar (seragam) yang berlaku untuk semua.

Hal ini diberlakukan sama kepada seluruh bengkel resmi YSS yang memilliki jumlah lebih dari 1,500 diseluruh Indonesia. Bagi mereka yang ingin membuka bengkel YSS, secara prosedural hampir sama dengan ketentuan yang diberlakukan oleh PT AHM. Singkat kata, bisa dibilang ini serupa tapi tak sama.

Bengkel Non-Resmi

Dalam hal ini sudah jelas sangat berbeda dengan contoh-contoh bengkel resmi ATPM dari Honda atau Yamaha. Tak usah dijelaskan lagi secara detail. Singkat cerita, jika SL.com punya niat buka bengkel (sebagai contoh), bisa saja mulai dari rumah sendiri, dan ini sudah bisa dibilang punya bengkel sendiri. Tak ada prosedur baku seperti membuat bengkel resmi seperti mengikuti aturan bengkel ATPM diatas. Kalau punya modal besar, silahkan sewa ruko, atau garasi besar. Tak ada yang mengatur, kecuali jika usaha bengkel-nya menjadi sebuah PT (perseroan terbatas), maka harus mengkuti aturan perusahaan.

Perbandingan

Jika kita mau membandingkan, antara bengkel resmi dengan bengkel non-resmi, sebenarnya keduanya memang sangat berbeda tapi sama-sama diperlukan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang unik.

Sebagai contoh, bengkel resmi lebih cenderung bekerja untuk motor baru atau motor masih dalam kondisi standard. Jika motor sudah mengalami modifikasi, sepertinya bengkel resmi dari ATPM kurang sreg. Hal ini dapat dipahami karena pelayanan bengkel resmi lebih prioritas untuk motor jenis standard. Alhasil, jika motor sudah mengalami modifikasi, maka servisnya atau reparasi lebih cocok masuk ke bengkel yang non-resmi.

Selain itu, bengkel resmi memang selalu menyediakan genuine spare-parts (suku cadang asli), sedangkan bengkel non-resmi punya harga yang murah, karena mereka menyediakan suku cadang kualitas rendah, bahkan sering ditemukan barang atau parts palsu.

Masuk ke bengkel resmi jelas memiliki peralatan mekanik (tools mechanic ) yang sudah lengkap, tapi kalau masuk ke bengkel yang non-resmi biasanya mereka hanya memiliki peralatan seadanya saja. Tak jarang motor harus diketok-ketok sampai jebol, padahal kalau masuk ke bengkel resmi masih bisa menggunakan alat-alat bengkel atau tools mechanic yang berkualitas.

Bengkel PMS: serupa dengan AHASS tapi tak sama

Masih banyak lagi suka duka soal pelyananan dari kedua bengkel ini. Yang pasti keduanya tetap sangat dibutuhkan, bengkel resmi memang cocok untuk motor baru, sedangkan bengkel non-resmi memang lebih pas untuk motor-motor yang sudah di modifikasi.

Nah, paling enak adalah bagaimana mendapatkan bengkel yang flexible, maksudnya status bengkel adalah non-resmi yang punya konsep dan pelayanan yang serupa dengan sebuah bengkel resmi, tapi ia bekerja secara bebas mengikuti semau-nya konsumen. Artinya, ia sebagai bengkel semi resmi, dimana pekerjaan modifikasi pun juga bisa dilayani. Tak itu saja, bengkel ini juga menjual perlengkapan asesories motor yang lagi nge-trend.

Sebagai contoh, hal ini dapat ditemukan pada bengkel PMS (Ponorogo Motor Sport) milik Mas Parno. Konsepnya mirip sekali dengan bengkel resmi AHASS, kebetulan ia adalah mantan kepala mekanik AHASS Pondok Labu, Jakarta Selatan. Semua ilmu yang ia dapat dari AHASS ditiru dan diterapkan pada bengkel pribadinya. Alhasil konsumen pun puas, karena bengkel PMS ini setidaknya bisa melayani semua kebutuhan konsumen. Serupa dengan standard pelayanan AHASS, tapi tak sama.

Bagaimana dengan pengalaman anda sendiri bro? Lebih suka ke mana? Bengkel resmi atau bengkel non-resmi?

23 thoughts on “Bengkel Motor: Pilih Bengkel Resmi atau Non-Resmi?

  1. saya udah 2x ke PMS tapi kok kurang cocok ya bro sama settingannya??

    apa kurang komunikasi sama mekaniknya?

    saya rada canggung kalo mau ngomong ke mekanik bengkel PMS bro. takut dianya terlalu banyak di suruh… :malu2 :malu2

    • @bro.. setahu saya settingan kalo gak pas, bisa balik lagi.. langsung dipegang ama Mas Parno. Atau pada kunjungan berikutnya, sampaikan keluhannya lsg ke Mas Parno. Soal banyak disuruh-suruh setau saya itu sih dah biasa, saya juga banyak minta ini-itu sampai motor sempurna.. :-)

      • takutnya nanti mood mekaniknya berubah omm :)

        nanti saya coba servis lagi ah ke PMS sekalian curhat sama mekaniknya :D

        thx bro.. :D :beer:

  2. 1. Beberapa bengkel resmi melarang konsumennya berinteraksi dgn mekanik.Kalo ada keluhan konsumen diarahkan utk berbicara langsung ke Service Advisor (SA) ato kepala bengkel.
    2. Di bengkel non resmi,garansi motor baru bisa gugur.
    3. Kapan nih bro SL buka bengkel ? :) ane langsung meluncur kesana hehehe…..

  3. Kalau saya ya pilih bengkel resmi aja, wong motor bebek msh kondisi standard, ke bengkel ya cuma service rutin. Pengin motor laki sejenis tigernya bro Stephen, nungguin AHM ngeluarin yg baru tp koq sptnya adem ayem aja ya…

    • @lexy.. sama tuh.. gw juga masih tunggu produk2 terbaru.. btw ada info dari sebuah pabrikan ATPM yg mau ngadain test-riding, tapi belum jelas produk baru atau apa, saya cuma bilang siap kapan saja!

  4. Mas SL boleh saya beragi cerita buat brader-brader ya?

    Untuk mendapatkan hasil yg maksimal dari pelayanan sebuah bengkel, ada satu syarat yg sangat penting yg sering dilupakan, yaitu dengan menjalin hubungan yang baik khususnya dengan para mekanik. Kalau bisa berteman dengan mekanik. Saya selalu servis di bukan bengkel resmi krn saya merasa sangat diterima dibengkel tempat saya selalu men-servis atau mengupgrade mesin motor saya. Saya dan mekanik selalu berbincang2 tentang spare parts, accessories, pilihan2 yg bisa kita ambil, harga2 dan lain-lain. 2 -3 kali sebulan saya ikut nongkrong dgn para mekanik tsb sambil ngopi atau melakukan city turing bahkan pengajian bersama. Namun, “bisnis adalah bisnis”, saya tetap membayar segala biaya servis ataupun modifikasi tapi selalu dgn diskon yang istilahnya ‘harga temen’…….Saya sangat puas dgn bengkel tsb krn mereka selalu (always bukan sometimes) berusaha sekuat tenaga memenuhi semua kemauan saya….kalau perlu motor ‘rawat inap’ sampai dapat settingan yg saya inginkan…bener2 sampai memenuhi “kemauan” saya (bukan “kemauan” mekanik atau bengkel) barulah motor dibawa pulang untuk dites beberapa hari. Kalo ada yg kurang dibawa kembali utk diperbaiki tanpa biaya tambahan…..

  5. kalo untuk motor injeksi seperti vixion / supra 125 fi sangat jarang ada bengkel non resmi yang menyediakan peralatannya, mau gak mau ya harus servis ke bengkel resmi. padahal kan kecenderungan teknologi motor akan beralih ke injeksi,
    semoga menjadi masukan bagi pengusaha bengkel non resmi.

  6. sabdho guparman says:

    @mas SL
    ane trauma sama ahass. . . .
    gara2 mekaniknya lupa ngencengin baut olie . . mesinku rontok. . . .
    sedih , marah . . . .
    udahlah servis sama temen aja lah
    lebih aman. . .

    keep brotherhood,

    salam,

  7. kalo aku sih cenderung ke bengkel resmi aja,sayang garansinya, lagian segala sesuatunya ada pertanggungjawabannya, jadi lebih tenang……

  8. Salam Bro !

    Simple ajah, jika hanya ganti oli , cukup di AHASS, karena sebagai pengguna motor nerk ” H”, alangkah baiknya menggunakan oil baru keluaran “H”. Nah, jika untuk setting mesin, saran saya menggunakan bengkel non resmi yang menurut bro sudah cocok

  9. Saya sangat membutuhkan informasi kerja sebagai mekanik di bengkel resmi maupun umum. Saya siap di tempatkan di luar Jawa khususnya di Bali. Saya memiliki pengalaman 8 th. Saya mampu mengatasi keluhan konsumen, memodifikasi motor dan meng-up grad mesin. mohon, jika ada informasi tentang peluang kerja tersebut, dapat menghubungi no HP saya (0343)7523572.

  10. saya gak ngerti sama sekali tentang mekanik motor, tapi ada keinginan membuka bengkel motor ? hal apa yang sebaiknya saya lakukan ? terima kasih

  11. excellent blog post, i clearly enjoy this page, keep it.

  12. Yg namanya bengkel sih,,,,,, resmi non resmi tu sama ja, yg penting kualitas pengalamanya, sy yakin semua masalah servic motor akan teratasi. SALAM. SBM_ PLUS.

  13. Dijual dongkrak hidrolic untuk bengkel atau cucian motor

    cek ya http://www.facebook.com/Decomile

  14. saya setuju kalo untuk motor baru, lebih baik pilih bengkel resmi. untuk motor yang telah dimodifikasi pilih bengkel motor umum.

  15. saya sangat membutuhkan info buka bengkel resmi/orang yg bisa membantu saya buka bengkel motor resmi (yamaha/ahass).

  16. wah webnya menggiurkan, komentarnya rame salam sukses ya buat SL.com

Leave a Reply