Cara Survive Selama Nge-Blog

Jakarta, 22 Maret 2010. Artikel ini sengaja dibuat karena kebetulan saja SL.com merasa tersentuh ketika membaca sebuah artikel yang dimuat oleh Tabloid Otomotif Edisi No. 46/XIX Maret 2010 dengan judul “Mencari Sponsor Untuk Balap, Cara Survive Selama Kompetisi.” Secara lengkap silahkan di baca pada halaman 27.

Kenapa demikian, karena artikel tersebut memang banyak miripnya dengan aktifitas SL.com sendiri, maupun teman-teman lainnya yang punya kegiatan nge-blog, apalagi bagi mereka yang menjadikan nge-blog sebagai peluang bisnis (mencari uang). Disini SL.com katakan mirip, karena di dalam dunia otomotif sebenarnya banyak juga orang-orang yang menjadikan sepeda motor sebagai alat untuk balapan (kompetisi), atau mencari penghasilan. Contohnya banyak!

Aktifitas Nge-Blog

Pada saat ini kegiatan nge-blog memang sangat mudah dilakukan oleh semua orang, ada blog yang gratisan, dan ada pula yang pakai domain dan hosting sendiri (berbayar).

Alasan dan latar belakang orang melakukan nge-blog juga bermacam-macam, ada yang bilang untuk iseng-iseng, ada yang bilang untuk hobi, mencari teman, bahkan ada pula yang sengaja mengambil peluang sebagai usaha atau bisnis yang bisa memberikan penghasilan, entah itu penghasilan tambahan atau penghasilan utama. Semua hal tersebut diatas adalah wajar, dan sah-sah saja.

Di dalam dunia otomotif yang bersifat kompetisi dan ketat, balapan memang bertujuan merebut hadiah utama yang menyediakan banyak hadiah, maka semua pembalap harus dituntut punya kemampuan dan pengalaman balap, skill dan teknik balap, pengalaman, kerjasama, serta kualitas mesin motor. Nah, bagaimana dengan kegiatan nge-blog khususnya untuk ber bisnis, hal jelas bahwa ini tidak juga dibilang mudah dilakukan, karena ada banyak pemainnya yang ingin berebut mendapatkan uang, so sudah pasti akan terjadi kompetisi yang ketat.

Membuat Blog Survive/Bertahan

Umumnya kompetisi nge-blog yaitu menjaring pembaca atau pengunjung sebanyak-banyaknya, agar halaman blog makin banyak dikunjungi yang membuat blog makin disenangi. Mau tak mau halaman blog harus dibuat menarik, membuat isi blog berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang. Hanya saja, bagaimana caranya agar sebuah blog tetap survive atau bertahan untuk waktu lama?

Pertanyaan ini sama saja dengan pembalap motor yang ingin survive atau bertahan dalam dunia balap, bagaimana caranya agar tetap survive? Kalau dalam dunia balapan motor, ya sudah tentu harus melibatkan sponsor yang bersedia bekerja-sama mengikat kontrak mendanai setiap balapan.  Tabloid Otomotif mengatakan, bahwa untuk mendukung dana selama balapan paling tidak bisa menggaet sponsor, hal ini dibutuhkan untuk keperluan uang transport atau biaya-biaya yang lainnya.

Menurut pengalaman pribadi SL.com selama membangun halaman website blog ini, bahwa sejujurnya kegiatan ngeblog itu memang menghabiskan waktu, apalagi ketika sudah memiliki pembaca atau pengunjung yang jumlahnya “ratusan dan ribuan” per-hari, maka kegiatan ini bukan dibilang iseng-iseng lagi. Terbayang oleh SL.com, bagaimana mengatur waktu untuk membaca, memonitor, serta memberikan balasan dari setiap komentar yang masuk jika jumlahnya sudah mencapai ratusan. Belum lagi waktunya untuk saling berkunjung ke halaman blog lain.

Disini persoalannya, bagaimana caranya agar seorang blogger bisa tetap survive untuk waktu jangka panjang? Apalagi jika blogger tersebut sudah menghabiskan waktu sepanjang hari duduk di depan komputer, belum lagi menghabiskan uang, untuk bayar ini-itu, maka hal ini perlu diwaspadai umur dari blog tersebut. Bagi teman-teman blogger yang ingin menjadikan blognya sebuah bisnis yang menguntungkan, silahkan pelajari ilmunya dari situs personal blog Joko Susilo (www.jokosusilo.com)

Semua Produk Tak Haram

Kembali kepada artikel tabloid Otomotif diatas, bahwa untuk menggaet sponsor sebenarnya bisa dari mana saja, atau apa saja perusahaannya bisa saja diprospek.

Karena ada banyak perusahaan/industri yang sebenarnya ingin juga lebih dikenal. Mereka sebenarnya butuh brand image! Seperti yang disarankan oleh tabloid Otomotif, yang pertama adalah harus dibangun dulu portfolio-nya. Maka blogger juga harus punya portfolio blognya.

Lagi, pengalaman dari SL.com pada awalnya blog harus ada sesuatu yang bisa ditonjolkan untuk perusahaan yang akan dituju, apakah itu data statistik, data jumlah pengunjung, data jumlah artikel, objektifitas artikel, yang semuanya disusun ke dalam proposal. Jika ingin melibatkan perusahaan dan mengikat kontrak, maka harus ada nilai tambah (value added) bagi perusahaan yang akan digaet. Yang lebih penting adalah bisa menciptakan dan menjaga brand-image perusahaan yang bersangkutan.

Untuk menggaet perusahaan, modal dasar seorang blogger adalah data-data yang bersumber dari halaman ‘dashboard’. Selanjutnya adalah melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan. Syukur-syukur punya kenalan baik, tapi tak semua kenalan di perusahaan yang akan dituju akan memberi jalan, maka pendekatan secara profesional harus dilakukan, antara lain hadir dalam berbagai kesempatan, seperti pameran, launching new product, eksibisi, ajang komunitas, dan sebagainya. Hal ini harus sering-sering dilakukan. Yang penting bisa mendapatkan data kontak person untuk pembicaraan lebih lanjut ke tahap proposal. Bagi blogger-pro, jelas sudah harus mempersiapkan diri dengan kartu nama.

Perburuan Sponsor

Bagi SL.com soal perburuan sponsor adalah penting bagi kelangsungan dari blog ini, karena ini menyangkut profesionalisme kerja yang disebut sebagai blogger-pro (profesional). Hal ini sama saja dengan pembalap yang ingin pro, mau tak mau urusan sponsor juga menjadi bagian penting. Karir balap dan masa depan bisa jadi karena kerjasama dengan sponsor.

Buat para newbie blogger yang ingin mencari sponsor, jangan pilih-pilih perusahaan, sama seperti saran dari tabloid Otomotif, buka pintu lebar-lebar untuk semua produk, termasuk produk obat sakit perut atau obat masuk angin. Yang perlu dicatat, semua produk yang sering muncul di tayangan televisi, surat-kabar, tabloid, billboard memang butuh promosi, maka tak ada salahnya jatah iklan dibagi-bagi ke media blogger. Soal harga penawaran, harus hati-hati. Kalau sudah kemahalan, seringkali menjadi ganjalan bagi perusahaan untuk melanjutkan. Namun demikian, kegagalan adalah guru yang baik. Selamat mencoba!

Note: Foto/gambar diatas dari google image.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

5 Comments

  1. BlogBIKERS says:

    thanks artikelnya bro,… sangat inspiratif,… semoga bermanfaat

  2. nha says:

    O begitu ya om Stefen, thank’s, jadi ngerti kenapa bloger yang lain iklannya ngak serame di sini.

  3. daddynaeva says:

    bagus … artikelnya inspiratif …. Apalagi buat saya yang “Desire” ngeblognya lg menurun :D

  4. SupraXX says:

    Seeep
    like this dah_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Advertisement Medium

Advertisement General

Archives