Pentingnya Radio Komunikasi Bagi Konvoi Mobil

8 Maret 2010. Boleh percaya atau tidak, kini hampir semua jenis merek mobil yang beredar di jalan sudah pasti punya wadah klub atau komunitas. Baik yang terbentuk melalui kopi darat di bengkel, ataupun pertemuan melalui dunia maya. Apalagi bagi pemilik mobil tua, hal ini sudah pasti mereka memiliki wadah klub dan komunitas agar bisa saling berbagi cerita pengalaman.

Sejalan dengan maraknya merek mobil yang beredar, yang diikuti dengan pembentukan klub atau komunitas, maka mau tak mau, pasti ada sejumlah acara yang bakal digelar oleh pengurus klub/komunitas mobil tersebut. Biasanya klub komunitas mobil akan memilih acara-acara khusus, yaitu  jalan bareng untuk acara gathering, ulang-tahun, bakti sosial, donor darah, touring, hingga perjalanan wisata dan adventure menuju kawasan alam yang sulit ditempuh.

Ketika acara sedang berjalan, apalagi sampai melibatkan puluhan dan ratusan mobil konvoi beriringan, maka sarana dan perangkat RAKOM (Radio Komunikasi) sudah pasti sangat diperlukan. Setidaknya, para pengurus inti atau anggota klub komunitas akan menggunakan perangkat RAKOM di mobilnya, dan ini akan mempermudah mereka dalam pengaturan, keamanan, dan ketertiban konvoi.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban konvoi tadi, sudah tentu perangkat RAKOM juga dapat juga dipakai sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan yang memang dirasa sangat penting, keadaan darurat, emergency. Bahkan, untuk menghilangkan jenuh, alat RAKOM dapat juga dipakai sebagai alat hiburan untuk canda-tawa diantara sesama pemakai RAKOM.

Sering pula ditemukan ada banyak anggota RAKOM yang mungkin merasa jengkel dengan canda-tawa atau percakapan yang tidak perlu. Maka cara yang paling gampang adalah mematikan (turn off) alat RAKOM tersebut. Biasanya pengguna RAKOM tidak selalu harus ikut dan terlibat di dalam pembicaraan,  bahkan untuk menghindari kesalah-pahaman, paling tidak pengguna RAKOM  tersebut cukup memantau atau mendengarkan saja.

Konvoi Chevrolet Rayakan Pengakuan Batik Indonesia

Sebagai contoh penggunaan RAKOM, sebut saja klub mobil Blazer Indonesia Club (BIC) yang juga adalah salah satu member dari FK3O (Forum Komunikasi dan Komunitas Klub Otomotif), dimana mereka punya acara memperingati ulang tahun ke-8 atau Sewindu BIC pada bulan Oktober 2009 lalu. Waktu itu, acara ini digelar dalam rangka pengakuan Batik adalah warisan budaya Indonesia melibatkan konvoi mobil berjumlah 250.

Acara konvoi dan jalan bareng ini memang cukup dekat, dimulai dari titik kumpul di Parkir Timur Senayan menuju Kemayoran. Namun demikian, acara ini sedikitnya melibatkan seluruh mobil dengan merek Chevrolet. Selain BIC sendiri, acara ini di dukung oleh ATPM GM Autoworld Indonesia (GMAI), dan diikuti pula oleh beberapa klub komunitas Chevrolet, antara lain Chevy Captiva Club (CCC), Aveo Club Indonesia (ACI), Komunitas Trooper Indonesia (KTI) dan Zafira Indonesia Community (ZIC).

Panitia acara boleh dibilang sukses usai menggelar acara konvoi ini, karena tidak lain ada beberapa anggota mereka yang memiliki RAKOM di mobilnya, dan tentu saja hal ini sangat memudahkan dalam hal saling berkomunikasi. Sebenarnya masih banyak lagi berbagai cerita dan pengalaman tentang perjalanan konvoi atau touring yang menggunakan RAKOM, apalagi kini klub dan komunitas sepeda motor juga sudah menerapkan dan menggunakan RAKOM sebagai salah satu SOP touring.

Konvoi Akbar AXIC

Menurut info yang beredar AXIC (AvanzaXenia Club Indonesia) telah siap menghelat sebuah ajang akbar pada tanggal 10-11 April 2010. Klub otomotif mobil yang beranggotakan lebih dari 3 ribu orang ini bakal menyelenggarakan Jambore Nasional AXIC 2010 di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Jawa Barat. Sudah pasti ikut didalam besar ini, perjalanan konvoi mobil harus disertai dengan perangkat RAKOM.

Ketua Panitia Jambore AXIC tahun ini, Syarief KH, mengatakan klub yang didirikan tahun 3 April 2004 tersebut hingga saat ini sudah memiliki 13 chapter dan 20 cabang di seluruh Indonesia. Ia menyebut seluruh anggota AXIC dan keluarga akan ikut hadir meramaikan acara karena Jambore tahun 2010 ini ditargetkan akan diikuti oleh 350-400 unit mobil dengan jumlah orang mencapai 1.000-1.200 serta undangan dari ATPM, IMI, Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK30).

“Tema besar Jambore Axic tahun ini adalah Go Green, Go Smart, Do Better For Indonesia,” katanya. “AXIC ingin mengampanyekan cinta lingkungan kepada keluarga Indonesia, meningkatkan kepedulian berkendara dengan kegiatan Smart Driving, dan kepedulian sosial.”

Kebutuhan RAKOM di mobil

Sebenarnya kebutuhan RAKOM bagi anggota komunitas klub  yang punya dalam banyak acara memang sangat diperlukan. Hal ini dirasakan sendiri oleh penulis blog SL.com yang juga terdaftar sebagai anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Alat RAKOM model mobile selalu stand-by di mobil, demikian pula HT juga siap dipakai dikala ada perjalanan touring motor.

Walaupun belakangan ini SL.com jarang nge-break, tapi keberadaan RAKOM baik di mobil, maupun yang di rumah (base station) memang terasa diperlukan ketika ada acara atau event dari berbagai klub komunitas.  Kalaupun lagi tidak aktif nge-break, paling tidak RAKOM bisa dipakai buat monitor dan mantau keadaan/keamanan sekitar lingkungan. Yang penting perangkat RAKOM sewaktu-waktu bisa dipakai.

Toko Cahaya Elektronik

“Nah, apapun acaranya sudah pasti membutuhkan sarana komunikasi yang cepat dan dapat dihandalkan. Handphone boleh saja dipakai, tapi bagaimana saat kita memberikan informasi secara sekaligus dengan satu suara, apalagi pesannya bisa diulang-ulang dan tidak mengeluarkan biaya pulsa, maka sudah tentu membutuhkan perangkat RAKOM”, kata Rony pemilik toko RAKOM, CAHAYA Eletronik di Kawasan Glodok, Jakarta.

“RAKOM memang nggak ada matinya. Walapun handphone atau blackberry makin menjamur, tapi perangkat RAKOM yang pernah kita simpan sewaktu-waktu masih bisa dipakai lagi. Kebutuhan komunikasi terbuka bagi siapapun, apalagi bagi kalangan anak klub komunitas otomotif (red=mobil dan motor) kini terbuka lebar,” ungkap Rony yang punya usaha RAKOM di Glodok sejak tahun 2007.

Sekedar info, Rony juga seorang pemain RAKOM yang sering muncul 144.940 Mhz. Frekuensi 494 dikenal sebagai frekuensi ‘anak-anak traffic’ yang sering melaporkan kemacetan seputar Jabodetabek. Selain itu, para anggota 494 kebanyakan berasal dari anak klub dan komunitas mobil. Ronny pun sempat menyebutkan beberapa nama teman dari komunitas 494 yang cukup familiar di didengar oleh SL.com. Karena SL.com memang sering ikut memantau frekuensi 494 ini disaat ada waktu senggang.

“Buat anak klub komunitas yang datang ke toko saya dapat harga paket. Saya lebih senang melayani anak klub dan komunitas otomotif, karena saya punya selera yang sama dengan mereka. Beberapa nama klub komunitas yang sudah pernah datang belanja ke Toko Cahaya Elektronik, sebut saja Yaris Club, Jazz Club, Mercedez Boxer, APV, Terrano, Terrios & Rush (Teruci), AXIC, Kijang Club, X-Over, dan banyak lagi. Sedangkan untuk klub komunitas motor yang pernah belanja ke-sini, antara lain HTML, Tiger Tangerang, Pulsar Bikers,  Thunder, dan banyak lagi dari klub komunitas lainnya”, papar Rony yang dibantu oleh  seorang pegawai dan alat laptop untuk keperluan settingan RAKOM yang sudah high-tech.

Rony menyadari persaingan RAKOM di kawasan GLODOK yang berjumlah sekitar 12 toko, tapi ia bisa eksis karena lebih fokus pada servis untuk konsumen, apalagi kalau ia tahu konsumennya adalah dari kalangan anak klub komunitas otomotif, sudah pasti bakal dapat servis yang memuaskan. Sepertinya, servis yang diberikan Rony mirip dengan jejak orang-tuanya yang juga buka toko RAKOM di Glodok dengan nama Toko Dian Elektronik.

Toko “CAHAYA” ELEKTRONIK, Glodok Harco Lt. II Blok C II/31. Jakarta Barat. Telp. (021) 91472233, 46587850. Hp. 08164833760. Kontak: Rony

2 thoughts on “Pentingnya Radio Komunikasi Bagi Konvoi Mobil

  1. jeng kelin says:

    skrng foto2nya yg di blog koq pada distorsi sich omm.. apa disengaja.. ato cm di layar monitor ane..

Leave a Reply