Komisi Wisata IMI Pusat & Daerah susun Program Kerja 2018 Sport & Tourism

Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat mengadakan pertemuan langsung dengan Komisi-Komisi Wisata IMI di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan pada Kamis (3/8) kemarin guna membahas lebih lanjut mengenai kegiatan-kegiatan wisata IMI yang perlu ditingkatkan di Tanah Air.

Dalam pertemuan tersebut, IMI mengimbau agar momentum kegiatan wisata dapat berjalan sesuai dengan rencana mulai tahun 2018 secara konkrit, nyata dan dapat dipertanggung jawabkan secara bersama-sama melalui program kerja dari kegiatan wisata sepeda motor maupun mobil secara berkelanjutan, seperti road safetytouring, bakti sosial, sekaligus merumuskan agenda-agenda kerja bidang wisata untuk jangka pendek, menengah, serta jangka panjang.

Di sela-sela pertemuan, Jefrrey JP selaku Sekretaris Jenderal IMI Pusat mengaku jika pertemuan ini merupakan lanjutan dari program yang diberikansaat FIA Region II Roundtable Meeting di Selandia Baru akhir pekan kemarin. Ia mengatakan bahwa pengetahuan-pengetahuan yang baru didapat perlu disosialisasikan bersama seluruh komponen IMI dibidang Wisata dan juga berharap agar nantinya kegiatan wisata otomotif dapat terus dikembangkan.

“Dengan terbentuknya komisi-komisi wisata, kami berharap agar kegiatan IMI di bidang Wisata dapat tumbuh dan berkembang sehingga aktivitas Keselamatan Berkendaraan (Road Safety); Wisata & Touring serta Social Responsibility di Indonesia bisa sejajar dengan bidang olahraga IMI yang selama ini sudah berjalan. Lewat momentum ini, kami juga mengimbau agar para pengurus IMI Pusat & Daerah dapat menjalin kemitraan multi sektoral dengan pemerintah pusat/daerah; produk (csr) serta para penggemar otomotif nantinya” tutur Jeffrey

Selain dihadiri oleh Jeffrey JP, pertemuan itu juga melibatkan beberapa pengurus IMI Pusat lainnya, seperti Dyan Dilato (Ketua Komisi Safety Sepeda Motor), Dodi Irawan (Sekretaris Umum), Christine Gunadi (Sekretaris Wisata) serta Aditya Christian (Ketua Komisi Wisata Sosial).

Selain daripada itu, IMI juga bermitra dengan berbagai komponen (Federasi ; Assosiasi ; Klub2) pelaku otomotif Indonesia didalam Komisi-komisi Wisata seperti IOF, PPMKI, Mercedes Benz Indonesia, IAS, Euro Retro, Batavia Classic Bike, Vespa Club Indonesia, Honda Beat, NMAX, Velors, Honda CB, Honda Tiger, HD Sporter Indonesia, IOX, BSD Road Safety, Rifat Driving Labs dan berbagai pelaku Road Safety Program serta beberapa IMI Provinsi dari Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat

Jeffrey menambahkan, “Komisi-komisi Wisata yang telah terbentuk akan merumuskan Prosedur/Panduan (SOP) dan Kalender Nasional mulai tahun 2018 dari masing2 bidang untuk disosialisasikan keseluruh IMI Provinsi di Indonesia serta dibahas bersama pada saat Rapat Koordinasi IMI 2017 bidang Wisata pada tgl 4 Oktober 2017 mendatang di Jakarta untuk disepakati sebagai Program Kerja bidang Wisata IMI 2018 kedepan di Rakernas IMI 2017 di Palembang pada tgl 15 – 17 Desember 2017.

Diharapkan agar nantinya program kerja bidang Wisata IMI dapat terkoordinasi dan berjalan dengan baik untuk menggali potensi-potensi yang dapat dikembangkan sesuai bidangnya, guna menimbulkan paradigma masyarakat Indonesia bahwa organisasi Ikatan Motor Indonesia bukan hanya beraktivitas di Olahraga (Motorsport) tetapi juga memiliki kegiatan positif di Wisata (Mobility) sebagai bagian program menengah panjang dengan moto “SPORT & TOURISM”

Please follow and like us:

Leave a Reply