BOSCH catatkan penjualan Rp. 1.2 triliun di Indonesia

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, mengakhiri tahun fiskal 2016 di Indonesia dengan nilai penjualan terkonsolidasi sebesar 1,2 triliun rupiah (81 juta euro), setingkat dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Bosch di Indonesia saat ini lebih dari 200 orang per 31 Desember 2016. Jumlah tersebut termasuk karyawan dari beberapa perusahaan non-konsolidasi.

“Kinerja bisnis kami di Indonesia tercatat mengalami perkembangan yang stabil. Meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia memberi peluang bagi bisnis kami untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang. Kemampuan daya beli yang tinggi akan mendorong timbulnya permintaan terhadap teknologi yang lebih canggih untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Andrew Powell, Managing Director Bosch Indonesia dalam acara Annual Press Conference 2017 PT Bosh Indonesia di Jakarta pada Selasa, 25 Juli 2017.

Menurut Boston Consulting Group, konsumen kelas menengah dan orang-orang kaya Indonesia akan mencapai sekitar 141 juta pada tahun 2020 mendatang dengan daya beli yang akan meningkat dengan cepat. Tren konsumsi juga akan bergeser dari barang-barang penting ke produk yang menawarkan daya tahan lama dan kenyamanan, seperti peralatan rumah tangga, barang-barang elektronik, mobil, dan jasa keuangan.

Menurut Powell, kondisi ini akan memacu bisnis Bosch di Indonesia melalui keempat sektornya, yaitu Mobility Solutions, Industrial Technology, Consumer Goods, dan Energy and Building Technology.

Menyesuaikan solusi dengan kebutuhan pasar lokal

Peluang pada industri otomotif di Indonesia saat ini sedang terbuka lebar. Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume total pasar otomotif di Indonesia meningkat sebesar 4,6 persen pada 2016. Ini merupakan pertumbuhan positif pertama yang dicapai setelah terjadi perlambatan pada 2014 dan 2015. Dengan kondisi pasar yang membaik, Bosch meningkatkan kegiatan bisnisnya di sektor bisnis Mobility Solutions agar dapat memenuhi kebutuhan lokal.

Pada Mei 2017, Bosch mengumumkan kerja samanya dengan Viar, produsen sepeda motor lokal terkemuka, untuk memperkenalkan teknologi sepeda motor listrik di Indonesia. Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan bahwa akan ada sekitar 8 juta unit sepeda motor listrik di negara ini pada 2025 nanti.

Perkembangan positif industri otomotif lokal juga telah memungkinkan Bosch untuk memulai proyek lokalisasi guna menyediakan ECU (Electronic Control Units) untuk kendaraan yang dirakit di Indonesia.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India, dengan jumlah penjualan lebih dari 20 juta unit selama 2012 sampai 2015.

Guna membantu mengurangi tingkat kecelakaan pada kendaraan bermotor roda dua, Bosch meluncurkan teknologi sepeda motor ABS10 di Indonesia pada 2016. Dengan pemasangan sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) pada sepeda motor, kecelakaan fatal dapat dicegah dengan meningkatkan stabilitas berkendara dan memperpendek jarak pengereman.

Pada 2016, divisi Automotive Aftermarket meluncurkan seri wiper blade Advantage dan Ultra Gel Battery untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. Wiper blade Advantage meningkatkan keselamatan pengemudi mobil dengan memberikan kemampuan menyeka yang dapat memperbesar jarak pandang jalan raya saat hujan, sedangkan Ultra Gel Battery adalah baterai sepeda motor dengan teknologi gel yang bebas perawatan dan ekstra tahan lama.

Dari sektor bisnis Energy and Building Technology, divisi Security Systems memperkenalkan Divar Hybrid CCTV dan G Series Panel intrusion alarm di Indonesia. Divisi peralatan rumah tangga BSH memperkenalkan Oven Series 8, oven baru yang membantu membuat aktivitas memasak lebih mudah dengan desain tombol satu-sentuhan (one-touch button).

Dalam sektor bisnis Industrial Technology, divisi Packaging Technology memperkuat ketenagakerjaannya untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan utama dalam rangka menyesuaikan pesatnya perkembangan industri makanan dan minuman di dalam negeri.

ASEAN brand campaign: Indonesia sebagai salah satu negara utama

Pada Juni 2016, Bosch meluncurkan secara perdana kampanye merek multi-channel di Asia Tenggara dengan slogan “Kami mendukung sebuah perubahan” untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana perusahaan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik setiap harinya.

Sebagai bagian dari kampanye, Bosch mendukung 6 penemu muda Indonesia pada pertengahan 2016 melalui kemitraan dengan Kick Andy Show, sebuah program televisi nasional ternama, dalam bentuk hibah dan kunjungan studi. Anak-anak muda berbakat ini menciptakan beragam inovasi yang bertujuan membuat perubahan positif di masyarakat.

Pada Mei 2017, Bosch mensponsori dua orang (dari enam anak muda berbakat tersebut) untuk mengunjungi kampus penelitian dan pengembangan perusahaan di Renningen, Jerman, agar mereka dapat melihat secara langsung inovasi-inovasi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan. Kedua anak muda berbakat tersebut dipilih berdasarkan dari jumlah like, comment, dan share terbanyak yang mereka dapatkan melalui kompetisi sosial media di Facebook.

“Ini adalah pengalaman yang hanya terjadi satu kali dalam seumur hidup – utamanya kunjungan ke Bosch Renningen Campus yang sangat menginspirasi kami. Bukan hanya karena teknologi yang dikembangkan, tetapi juga bagaimana Bosch sebagai perusahaan menghadirkan solusi dan teknologi yang memang invented for life. Kami telah mengambil semua pelajaran positif dari perjalanan ini dan akan terus membantu menciptakan perubahan untuk Indonesia,” ujar Raafi, salah satu penemu muda yang ikut dalam perjalanan studi tersebut.

Bosch Group: Strategi global dan prospek bisnis untuk 2017

Untuk 2017, mengingat prospek ekonomi yang lemah dan ketidakpastian geopolitik, Bosch menetapkan target mencapai pertumbuhan penjualan antara 3 hingga 5 persen. Dan, meski memiliki investasi di awal yang kuat guna menjaga masa depan perusahaan, pencapaian bisnis tetap ditargetkan untuk meningkat.

“Kesuksesan bisnis hari ini memberi kami kelonggaran untuk membentuk dunia di masa depan,” kata Dr. Volkmar Denner, ketua dewan manajemen Bosch. “Sebagai pemimpin dalam inovasi, kami membentuk dan mengarahkan transformasi,” tambah Denner.

Titik fokus dari transformasi ini adalah perubahan dalam bidang mobilitas dan konektivitas IoT. Pada 2020, semua produk elektronik baru Bosch akan dilengkapi fitur konektivitas. Kuncinya adalah artificial intelligence (AI). Selama lima tahun ke depan, Bosch akan menginvestasikan 300 juta euro pada pusat AI-nya sendiri.

Di Asia Pasifik selama 2016, Bosch mencatat kenaikan penjualan yang kuat yakni sebesar 8,3 persen, menjadi 20,8 miliar euro (setelah disesuaikan dengan nilai tukar sebesar 12 persen). Sebanyak 28 persen dari total pendapatan penjualan Bosch saat ini berasal dari Asia Pasifik, sementara tahun lalu sebesar 27 persen.

Please follow and like us:

One thought on “BOSCH catatkan penjualan Rp. 1.2 triliun di Indonesia

  1. […] acara Annual Press Conference 2017 PT Bosh Indonesia di Jakarta pada Selasa, 25 Juli 2017 telah diumumkan tentang pergantian pimpinan […]

Leave a Reply