Presiden Jokowi Hadiri Peresmian Pabrik Mitsubishi Motors

Presiden Jokowi hadiri peresmian pabrik Mitsubishi Motors Corporaton (MMC) di Indonesia pada hari ini (25/04/2017). Dengan nilai investasi sebesar 65 miliar Yen ($565 juta) pabrik yang beroperasi di bawah manajemen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) berlokasi di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

Berbekal fasilitas manufaktur terkini, pabrik tersebut akan memproduksi tiga lini produk Mitsubishi hingga 160.000 unit per tahun.

Selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Carlos Ghosn, selaku Chairman of MMC, dan Osamu Masuko selaku CEO MMC, peresmian ini juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Kehadiran pabrik Mitsubishi yang memakan proses pembangunan selama 2 tahun tersebut akan mempertegas kehadiran grup otomotif asal Jepang tersebut di Indonesia dan regional ASEAN.

“Pasar Indonesia sangatlah penting bagi Mitsubishi Motors, dan bagi saya pribadi. Saya menghabiskan waktu 5 tahun yang berkesan dari tahun 1997 bekerja di Indonesia sebagai Chief Adviser untuk bisnis Mitsubishi di Indonesia,” ujar Masuko pada peresmian hari ini.

Masuko menambahkan bahwa di pabrik ini akan mulai memproduksi Sport Utility Vehicle (SUV) andalan MMC yang populer yaitu Pajero Sport, kemudian dilanjutkan oleh Small MPV 7-seater terbaru dan kendaraan niaga ringan Colt L300.

Presiden Jokowi Meninjau pabrik Mitsubishi Motors di Cikarang

“Fasilitas perakitan Bekasi ini merupakan simbolisasi ambisi kami untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia, dimana pabrik ini akan memproduksi kendaraan best-selling Pajero Sport dan MPV baru untuk memenuhi permintaan akan kendaraan penumpang berkualitas tinggi, tangguh dan dapat diandalkan. Hal ini memungkinkan kami untuk mengembangkan porsi pasar dimana kami telah berada selama lebih dari 45 tahun,” imbuh Masuko.

Pembukaan pabrik ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis MMC di wilayah ASEAN, dimana MMC juga memproduksi kendaraan di Thailand dan Filipina. Rencana pengembangan pun didukung oleh Nissan, yang menguasai 34% saham grup otomotif pada 2016 saat MMC bergabung menjadi anggota aliansi global Renault-Nissan Alliance.

“Pabrik ini merupakan representasi kepercayaan diri kami di Indonesia, di wilayah ASEAN dan pada prospek perkembangan Mitsubishi Motors. Kami bangga dapat turut menciptakan lapangan kerja dan berinvestasi di salah satu wilayah dan kekuatan ekonomi terbesar yang akan menjadi basis produksi dan ekspor yang kuat untuk aliansi kami yang sedang berkembang,” ucap Ghosn.

MMC diharapkan dapat berkontribusi melalui keahliannya pada produk SUV, truk pick-up dan pasar ASEAN untuk aliansi global Renault-Nissan. Dengan bergabungnya MMC, aliansi ini telah menjadi grup otomotif terbesar ketiga di dunia dengan penjualan kurang lebih 10 juta unit per tahun.

Please follow and like us:

Leave a Reply