Ban CST Jajal BORNEO 7.666 Km, tanpa keluhan

Dari pengalaman Solo Rider Stephen Langitan (SL) pada saat menjalani Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara (Indonesia, Malaysia dan Brunei) berjarak 7.666 Km selama 31 hari pada bulan Januari 2017 yang lalu, ada satu cerita yang menarik yaitu soal sepasang ban merek CST Tipe C6017 dengan profile Dual Purpose (segala medan) yang digunakan pada motor Suzuki Inazuma 250cc. 

Menariknya adalah ban CST tersebut bandel alias sama sekali tidak ada keluhan, padahal rute yang dilewati termasuk sangat ekstrim. Rute yang dijalani Solo Rider SL bersama Suzuki Inazuma dalam misi Solo Touring Lintas Borneo 3 Negara, Indonesia – Malaysia – Brunei yaitu:

Cinere Depok – Jakarta – Kudus – Surabaya – Banjarmasin – Sampit – Pangkalan Bun – Tayan – Pontianak – PLBN Aruk Sambas – Kuching – Sibu – Miri – Brunei – Kota Kinabbalu – The Tip of Borneo – Kudat – Telupid – Tawau – Simanggaris – Malinau – Tideng Pale KTT – Tanjung Selor – Tanjung Redeb – Sangata – Samarinda – Balikpapan – Banjarmasin – Surabaya – Sermarang dan Jakarta – Cinere Depok.

Silahkan simak peta diatas, dan itulah jalur yang telah dilewati Suzuki Inazuma dengan bobot yang cukup berat dimana motor membawa peralatan touring berupa tank bag, tas duffle, top box, side box, dan perlu diketahui bahwa Inazuma terkenal sebagai motor tergolong berat dalam keadaan standard. Apalagi kalau sudah membawa perlatan touring, ya semakin berat.

Bagusnya, ban CST C6017 yang menempel dan menahan berat motor Inazuma tersebut sangat awet mengikuti perjalanan Solo Rider SL kemana saja, dengan kondisi jalan apa saja dilahap tanpa ada keluhan sedikitpun. Coba perhatikan peta diatas ada garis merah, yang artinya kondisi di jalan tersebut sangat ekstrim, tidak ada di Google Map, masuk ke hutan, jalan setapak, dan juga melewati jalan tanah liat alias jalan lumpur di kala hujan.

Untuk cerita selengkapnya silahkan simak sendiri videonya berikut ini:

Sesuai pengalaman Solo Rider SL tersebut, harus diakui bahwa ban CST selama dipakai dalam ajang Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara memang sama sekali tidak ada keluhan, tidak pernah kurang angin, tidak pernah bocor, tidak pernah kena benda tajam, juga tidak pernah ada sobekan, ataupun kerusakan sekecil apapun. Aneh juga ya.. padahal jarak tempuh 7.666 Km melewati aneka ragam trek jalan ekstrim tetapi ban tetap sehat/awet sampai finish.

Lucunya, selama perjalanan tersebut Solo Rider SL pun tidak pernah pegang ban tersebut untuk di check, maupun tidak pernah menyentuh pentilnya untuk sekedar periksa-periksa. Ya, apanya yang mau diperiksa kalau ban CST ini memang sangat awet, bandel serta tidak membuat keluhan dan bisa bertahan sampai finish dirumah. Singkat kata Zero Trouble – Peace of Mind.

Akhir kata, saya Stephen Langitan sebagai penggagas dan pelaku Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada CST Tire yang telah mempercayakan sepasang ban CST C6017 bersama motor Suzuki Inazuma 250cc dengan hasil yang sangat memuaskan.

Please follow and like us:

One thought on “Ban CST Jajal BORNEO 7.666 Km, tanpa keluhan

  1. […] perjalanan turing seorang diri di BORNEO ini, ada baoknya masbro menyimak artikel dan videonya disini. Nah.. bagi mereka yang masih penasaran dengan performan ban CST, silahkan datang ke booth CST di […]

Leave a Reply