Peserta Jakarta-Sabang PPMKI 2016 tiba di Nol Km Sabang

P1090979

Peserta Jakarta-Sabang PPMKI 2016 mencapai puncak perjalanan, dengan menyentuh titik kilometer nol di Sabang, Jumat 13 Mei 2016. “Selamat kepada seluruh peserta,” ujar Nanan Soekarna, Dewan Pembina PPMKI yang memimpin rombongan menuju Monumen Kilometer 0.

Sebagai perwakilan, enam kendaraan diseberangkan dari Banda Aceh menuju Sabang. Kendaraan itu adalah trio Mercedes-Benz 200 milik Cecil B Silanu, Karen Setyo dan Eko Nugroho, Mercedes-Benz 220S milik Indra Zen, Dodge Dart dari tim Anton Suleiman dan Chevrolet Belair “Nomad” 1957 yang dikemudikan Hartawan “Hauwke” Setjodiningrat.

P1090984Kegembiraan menyelimuti seluruh peserta. Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta dengan medan yang beragam, kelelahan itu terbayar pada hari ini. “Tak ada yang lebih istimewa dari seluruh perjalanan selain mencapai titik paling barat Indonesia,” ujar Ronny Arifudin, Ketua Umum PPMKI.

Di Banda Aceh, rombongan dijamu di monumen PLTD Apung, sebuah kapal pembangkit listrik yang terdampar di tengah kota akibat tsunami 2005. Ketua IMI Aceh Ibnu Rusdi, Observer PP IMI Doni Prihandana dan Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) hadir menemani rombongan untuk santap malam.

Selepas dari Bukittinggi atau setelah separuh perjalanan dilalui, peserta bergerak menuju Sabang dengan rute melintasi Parapat, Sibolga, Tapak Tuan dan Banda Aceh.

Menjangkau Sibolga dan Tapak Tuan bukan perkara mudah. Membelah hutan Bukit Barisan dengan jalanan menanjak yang ekstrem, jalan berbatu dan rusak adalah tantangan tersendiri.

“Tapi saya suka. Ada kesenangan saat menikung dan melaju di permukaan yang licin, light off-road,” kata Franz Totzier, peserta berkebangsaan Austria yang mengemudikan Mercedes-Benz 220S 1970.

Pada rute ini, sejumlah kendaraan mulai didera masalah. Dodge Stationwagon besutan tim Anton Sulaiman dihantui masalah kelistrikan dan harus diperbaiki di tepi jalan.

VW Caravelle yang dikemudikan Indrawan mengalami pecah velg—sebelumnya mengalami pecah ban—sehingga harus meneruskan perjalanan dengan velg dan ban cadangan yang tipis.

Selepas Tapak Tuan dan memasuki Aceh Barat, rasa lelah berangsur-angsur menghilang. Terkikis oleh pemandangan gunung yang hijau di sisi kanan dan laut lepas di sisi kiri, yang dinikmati di atas aspal yang mulus, lebar dan panjang. “Seluruh peserta merasakan keindahan yang tidak ditemui di tempat lain,” kata Jos Darmawan, senior PPMKI yang mewakili tim Bali.

Kendati titik nol telah dilalui, petualangan masih belum selesai. Peserta meneruskan perjalanan menuju Langsa dan berakhir di Medan, Minggu 15 Mei.

Di Medan, PPMKI akan membentuk Pengda Sumut. Selanjutnya seluruh kendaraan akan dikirim ke daerah asal di Jakarta, Bandung, DI Yogyakarta dan Bali dengan kapal laut melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Senin 16 Mei 2016.

Please follow and like us:

Leave a Reply