Total Oil Indonesia Lanjutkan Kampanye Safety Riding di 3 Lokasi

IMG_9101

Sukses penyelenggaraan kampanye Safety Riding tahun 2015 lalu, PT Total Oil Indonesia (TOI) kembali menggelar Safety Riding Clinic untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Program peduli keselamatan berkendara tahun ini dilangsungkan di 3 titik yakni: SMA 29 Jakarta pada 21 April lalu, di SMA Marsudirini Rabu (04/05) kemarin, dan terkahir akan diadakan di Universitas Pancasila Jakarta.

“Dengan kondisi jalanan yang semakin padat, kesadaran akan tata berkendara yang baik dan aman memberikan life-saving skills yang seringkali dinomorduakan oleh first-time riders. Melalui Safe Riding Clinic yang Total hadirkan kali ini, Total ingin mengajak para remaja untuk mencermati tips dan trik berkendara untuk meningkatkan faktor keamanan mereka selagi menghadapi kondisi jalan di Jakarta yang cukup rentan.” terang Christopher Kasidi, VP – Retail & Marketing PT Total Oil Indonesia dalam sambutannya.

Berbeda dengan tahun lalu, dimana kampanye ini hanya berlangsung di satu titik yaitu di SMA 2, dan tahun ini, TOI akan menggelar di tiga lokasi.

IMG-20160505-WA0002

“Next, kami akan melaksanakan kegiatan ini di Universitas Pancasila pada 17 Mei mendatang. Kegiatan ini terus kami lakukan karena kami peduli dengan keselamatan generasi penerus bangsa, mengingat fakta bahwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan anak muda (SMU) di Indonesia masih tinggi,” kat Magdalena Naibaho, Brand Manager TOI.

Sekedar informasi data Kementerian Perhubungan, tahun 2014 lalu tercatat ada 59.906 kasus kecelakaan lalu lintas mengakibatkan 28.897 kematian. Data statistik menunjukan 71% di antaranya merupakan kecelakaan sepeda motor dan sebanyaknya 57% pengendaranya adalah remaja.

IMG-20160504-WA0011

Sementara Bripka Umar Suhartono, Ditlantas Patwal Polda Metro Jaya yang turut hadir sebagai pembicara dalam sosialisai ini menjelaskan selama periode Februari – Maret 2016, Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat pelanggaran lalin paling banyak melibatkan kalangan SMA dan Mahasiswa sebanyak 62.982 kasus pelanggaran.

“Di samping kegiatan seperti ini, peran orang tua sangat penting untuk memberikan pengertian kepada anak-anaknya, mereka harus memastikan bahwa anak mereka wajib memiliki SIM sebelum mengemudikan kendaraan bermotor,” imbuh Umar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *