Chevrolet Perbarui Lapangan Bawet di Bandung

Foto 4

Chevrolet bekerja sama dengan Rumah Cemara, organisasi lokal yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) serta pecandu NAPZA, pada Rabu 16 Maret 2016 kemarin merayakan pembukaan kembali wajah baru Lapangan Bawet di Bandung, Jawa Barat.

Lapangan seluas 26m x 14m yang berlokasi di bawah jalan layang Pasopati, Bandung ini, telah disiapkan oleh Chevrolet untuk kegiatan olahraga sepakbola jalanan sejak tahun 2014. Tahun ini Lapangan Bawet diperbaharui dengan penambahan dinding lapangan, jaring, gawang, lampu, serta beberapa jumlah tempat menonton pertandingan. Pembaharuan ini diharapkan akan membawa manfaat lebih bagi ratusan masyarakat Bandung lainnya.

Foto 1

Gaurav Gupta, President Director GM Indonesia mengatakan, “Ini merupakan ketiga kalinya bagi Chevrolet membantu masyarakat Bandung melalui fasilitas olahraga, khususnya bagi mereka yang membutuhkan fasilitas lapangan sepakbola jalanan. Kami sangat beruntung memiliki Rumah Cemara sebagai mitra kami dan memiliki dedikasi penuh”.

Gaurav menambahkan, “Inisiatif ini merupakan langkah kecil untuk sesuatu yang lebih besar. Kami yakin bahwa dengan niat baik dan kontribusi dari siapapun, hal ini akan membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik”.

Pembaharuan Lapangan Bawet diharapkan dapat mewujudkan tujuan Indonesia Tanpa Sigma, dimana seluruh masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidupnya melalui sepakbola dan bahkan berprestasi baik di dalam maupun luar negeri.

Sejak pertama kali diresmikan oleh Chevrolet pada tahun 2014, Lapangan Bawet telah merangkul lebih dari 250 anggota binaan Rumah Cemara yang tergabung dalam program Sports for Development. Sejumlah anggota yang tergabung dalam program tersebut telah berhasil menorehkan prestasi luar biasa dibidang olah raga, khususnya sepak bola baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Foto 3

Pada tahun 2014, tim Rumah Cemara berhasil menjadi juara runner up pada Liga Futsal Bandung. Pada tahun 2015, sejumlah 25 anggota binaan Rumah Cemara berhasil menjuarai Liga Futsal Bandung dengan kategori peserta di bawah umur 17 tahun. Prestasi lainnya adalah sejumlah 15 orang terlibat menjadi pelatih futsal di liga-liga professional di Indonesia, 8 orang berhasil mengikuti Homeless World Cup pada tahun 2014 hingga 2015, serta 4 orang lainnya juga berhasil mengikuti Street Football World Festival yang berlangsung tahun ini di Prancis.

Diantara beberapa orang sudah dilatih di lapangan ini adalah Ginan Koesmayadi, Ketua Adat dan Pendiri Rumah Cemara, telah divonis positif HIV pada tahun 2000. Pada tahun 2011, Ginan berkesempatan memperkuat Indonesia pada ajang Homeless World Cup di Prancis. Ginan terpilih menjadi pemain terbaik serta berhasil mengharumkan nama Indonesia di peringkat enam dunia, mengalahkan 45 negara peserta lainnya.

Anggota lain yang berhasil meraih prestasi unggulan adalah Gim-gim Sofyan Nurdin, seorang pecandu minuman alkohol dan narkoba, yang akhirnya divonis positif HIV pada tahun 2008. Ia juga berhasil mewakili Indonesia pada ajang Homeless World Cup di Perancis pada tahun 2011, serta di undang ke Brighton, Inggris untuk mengikuti kursus pelatihan. Setelah kembali dari Inggris, Gim-gim kini aktif melatih sepakbola di Rumah Cemara. Pada tahun 2015 lalu ia juga membawa tim nasional Homeless World Cup 2015 dan melanjutkan berkompetisi pada ajang Amsterdam Cup 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *