Solo Touring Sumatera hingga KM Nol Sabang (pp) tuntas 15 hari

foryoutube-02

Solo touring yaitu berkendara motor seorang diri dengan tujuan memutari pulau Sumatera hingga Pulau Sabang, Provinsi Nanggore Aceh Darussalam telah selesai dijalani oleh Rider Stephen Langitan (SL) mulai dari 26/9/15 hingga 10/10/15. Perjalanan ini menempuh jarak sejauh 5.500 Km (pulang pergi) dengan waktu 15 hari mengendarai motor Suzuki Inazuma GW250.

Visi daripada acara solo turing ini adalah untuk “Membangun Semangat, dan Inspirasi” bagi para penyuka turing di Tanah Air. Selain itu misi yang ingin dicapai, yaitu mengetahui kondisi jalan di Sumatera  sekaligus menguji mental dan fisik berkendara motr seorang diri mencapai hingga mencapai KM NOL SABANG yang menjadi titik terluar dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Misi berikutnya adalah membuat dokumentasi selama perjalanan sekaligus mengangkat wisata daerah dimana jalur yang dilewati semoga bisa menjadi referensi bagi biker penyuka turing. Berikut ini adalah urutan kota yang diilewati:

  1. Hari 1: Jakarta- Bandar Lampung (via Tangerang-Serang-Pelabuah Meran-Pelabuhan Bakauheni)
  2. Hari 2: Bandar Lampung – Lahat 414 Km (via Kotabumi – Bukit Kemuning – Baturaja – Muara Enim)
  3. Hari 3: Lahat – Sei Rumbai 485 Km (via Lubuk Linggau – Sarolnagun – Bangko – Muara Bungo)
  4. Hari 4: Sei Rumbai – Bukittinggi 350 Km (via Sawahlunto – Solok – Sitinjau Lauik – kota Padang – Padang Panjang)
  5. Hari 5: Bukittinggi – Padang Sidempuan 275 Km (via Bonjol – Lubuk Sikaping – Rao – Panyabungan)
  6. Hari 6: Padang Sidempuan – Sidikalang 290 Km (via Sibolga – Tarutung – Siborong Borong – Dolok Sanggul – Tele)
  7. Hari 7: Sidikalang – Blang Pidie 290 km (via Subulussalam – Bakongan – Tapaktuan)
  8. Hari 8: Blang Pidie – Banda Aceh 365 Km (via Meulaboh – Calang)
  9. Hari 9: Minggu 4 Oktober trip Nol Km Sabang di Pulau Weh
  10. Hari 10: Banda Aceh – Langsa 436 Km (via Sigili – Bireuen – Lhokseumawe – Lhoksukon – Pereulak)
  11. Hari 11: Langsa – Tebingtinggi 285 Km (via Stabat – Binjei – kota Medan – Lubukpakam)
  12. Hari  12: Tebingtinggi – Duri 450 Km (via Kisaran – Rantau Prapat – Kota Pinang – Sikampak dan Rokan Hilir)
  13. Hari 13: Duri – Pekanbaru 135 Km (via Minas – Rumbai)
  14. Hari 14: Pekanbaru – Palembang 712 Km (via Rengat – Jambi)
  15. Hari 15: Palembang – Rumah 454 Km + 130 Km (via Menggala – Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak – Serang – Tangerang – Serpong)
RuteSoloTouringSumatera5500Km

Rute perjalanan Solo Touring Keliling Sumatera yang dilajani Stephen Langitan selama 15 hari dengan total jarak tempuh 5.500 Km. Berangkat via jalur tengah dan pulang via jalur timur Lintas Sumatera

Kondisi jalan

Secara keseluruhan kondisi jalan di Pukau Sumatera sudah bagus, dan sedikit menemukan kerusakan. Jika jalan rusak, itu hanya disebakan jalan sedang dalam perbaikan, ataupun jalan lama yang sedang menunggu pengaspalan ulang. Laber jalan sudah sangat memadai karena rute yang dilewati SL.com adalah trek Lintas Sumatera. Jalan sempit untuk satu kendaraan hanya ditemui pada terowongan goa Belanda sesaat meninggalkan Sibolga menuju Tarutung.

Hal yang tidak enak ketika menemukan jalan buka-tutup khususnya untuk jalan yang sedang dibeton. Hanya saja motor masih bisa melewati hambatan ini, artinya bisa jalan terus tanpa harus menunggu antrian. Salah satu antrian buka-tutup yang paling ruwet dan berantakan berada di jalur antara kota Duri ke Minas. Untung saja sepeda motor bisa selap-selip maupun pindah jalur kemana ada ruas jalan yang bisa dilewati, semak-semak maupun jalan tanah liat pun bisa diterobos.

Polusi asap

Selama menjalankan touriing di Sumatera, SL.com mendapatkan gangguan dengan polusi asap. Hanya saja polusi asap ini relatif sedang dan masih bisa dilewati dengan jarak pandang mata lebih dari 1 km. Polusi asap asap kadang-kadang hilang, dan matahari akan bersinar dengan terang tergantung dari tiupan angin.

Keluhannya hanya dimata, karena mata akan menjadi perih dan air mata akan keluar sendirinya dan menetes seperti kita menangis. Hanya dengan semangat maka keluhan polusi asap ini dapat diatasi, hanya saja pemandangan alam tak dapat dapat dinikmati sepenuhnya karena hadirnya kabut asap berwarna putih.

Keamanan

Soal keamanan, sudah pasti aman selama kita berkendara pada siang hari. Rata-rata SL.com berkendara dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga maghrib. Berkendara malam hanya hanya untuk beberapa rute tertentu yang mana jarak tempuhnya sangat jauh atau sudah melebihi 350 km.

Bahkan untuk rute Pekanbaru ke Palembang dengan jarak 712 Km terpaksa harus start pukul 5.30 pagi dan itupun tiba di Sekayu sudah pukul 19.00 (istirahat makan malam) dan perjalananan masih dilanjutkan ke Palembang hingga pukul 21.00

Tempat Makan

Tingkat keramaian lalu-lintas bisa dikatakan perjalanan selama di pulau Sumatera sudah ramai, dan Sumatera sudah tidak sepi lagi. Sudah banyak sepeda motor yang berlalu-lalang di setiap jalan yang semula dianggap sepi atau jarang kendaraan. Demikian pula rumah-rumah penduduk, dan warung-warung makan, sudah banyak dan kian merambah hingga kekawasan hutan yang semula dianggap sepi.

Jadi, jangan kuatir ketika bicara soal tempat istirahat untuk ngopi maupun cari makanan. Sangat mudah dijumpai selama perjalanan di Sumatera.

SPBU Pertamina

SPBU Pertamina hampir merata sudah hadir disetiap kota, bisa dibilang sudah sangat banyak. Hanya saja ada beberapa wilayah tertentu suplai BBM ke SPBU terlambat sehingga pembelian premium seringkali harus antri. Namun jika anda mau mengeluarkan uang ektra dengan BBM Pertamax maka anda bisa terhindar dari antrian dengan catatan tidak semua SPBU menyediakan Pertamax.

Singkat kata bagi SL.com tentang SPBU Pertamina disepanjang perjalanan Sumatera tidak ada masalah, karena kebiasaaan SL.com selalu mengisi full tank dan ketika jarum penunjuk BBM sudah setengah maka BBM kembali diisi full tank.

Penginapan

Masalah penginapan tidak masalah. Hampir di semua kota yang dilewati sesuai data diatas sudah pasti ada penginapan dimana kita bisa beristirahat memulihkan tenaga agar esok harinya bisa kembali melakukan perjalanan.

Sebutan penginapan sangat bervariasi, ada losmen, wisma ataupun hotel dengan harga kamar bervarias antara Rp. 90 ribu hingga Rp. 250 ribu per malam. Dari pengalaman SL.com secara rata-rata harga kamar penginapan antara Rp. 125 – 200 ribu per malam sudah bisa mendapatkan kamar be-AC dengan kamar mandi sendiri (didalam kamar).

Perusahaan Sponsor

SL.com dalam perjalanan touring Sumatera ini menggandeng beberapa perusahaan untuk bekerja sama, sekaligus menguji produk-produk antara lain:

  1. PT. Federal Karyatama (FEDERAL OIL) memberikan pelumas baru FEDERAL RACING 10W-40 untuk diuji coba melalui touring Sumatera ini. Penggantian oli hanya dilakukan satu kali di Km 3000 pada saat akan meninggalkan kota Banda Aceh di hari ke-10.
  2. PT Santi Yoga (YUASA BATTERY) menyediakan free maintenance battery. Kebetulan Inazuma sudah menggunakan YUASA BATTERY sebagai original equipment manufacture (OEM). Terbukti aki YUASA tetap awet tanpak ada keluhan atau soak hingga perjalanan touring 15 hari selesai tanpa ada gangguan. Padahal lampu besar dihidupkan sepajang hari, dan klakson selalu dibunyikan demi keamanan berkendara.
  3. PT Sinergi Ventura Pratama (RESPIRO) menyediakan berbagai macam kebutuhan gear and apparel yang siap dipakai selama perjalanan. Salah satu produk terbarunya yaitu satu set Jaket RESPIRO VELOCITY R3.0 dimana selama 15 hari satu set jaket tersebut selalu dipakai selama 15 hari tanpa dicuci ataupun dibersihkan.
  4. TDR Technology Center (TDR) menyediakan helm TDR model modular yang setiap hari selama 15 hari dipakai memberikan perlindungan dan kenyamanan berkendara.
  5. PT Super Spring (GPS Tracker Super Spring) dengan alat gps pelacak dipasang di unit motor dimana alat pelacak GPS dapat merekam seluruh data perjalanan selama motor bergerak ataupun diam dimana saja.

Sambutan hangat dari teman-teman klub, komunitas dan privateer

Bagi SL.com ada satu kelebihan dengan sambutan hangat dari teman-teman klub, komunitas dan privateer yang mencegat disetiap kota. Tak itu saja, bahkan ada banyak rider yang semula tak dikenal tetapi mereka berkenalan di jalan dan ini benar-benar sangat membantu karena mereka mengarahkan SL.com sesuai tujuan yang dinginkan.

Hal ini sangat luar biasa bagi SL..com, yang semula disebut solo touring tetapi ketika sampai di sebuah kota malah mendapatkan teman baru, dan mereka ini benar-benar telah membantu dengan tulus dan iklas. Terima kasih banyak buat mereka yang telah berjumpa dan berkenalan selama di Sumatera dan mohon maaf yang sebesar-besarmya jika tak dapat memberikan balasan.

VIDEO

Please follow and like us:

12 thoughts on “Solo Touring Sumatera hingga KM Nol Sabang (pp) tuntas 15 hari

  1. Keren Om Steph, sangat menginsipirasi, nunggu motor sport adenture dari Yamaha dulu ah buat nyusul 😀

  2. […] yang dipakai Suzuki Inazuma GW250 dengan rider Stephen Langitan (SL) ketika menjalani solo touring kelling Sumatera, adalah satu set ban Michelin Pilot Road 4. Perjalanan solo touring menempuh Tugu Nol Km Sabang […]

  3. Om, mau tanya apa trek yang dilalui banyak tanjakan terjal atau tanjakan panjang?
    soalnya akhir tahun ini sudah ada rencana mau hanimun ke sabang tapi pakai vespa px ’97 😀

  4. Dear Om SL,

    saya mengikuti perjalanan om keliling sumatera dan sulawesi, walaupun telat.
    impian yg saat ini saya idam-idamkan karena dari 2014 saya sudah melirik Inazuma juga.
    semakin mantap untuk meminang inazuma setelah membaca pengalaman Om, salut dan kalau boleh kasih sedikit trik dan tip untuk merawat Inazuma. terutama biaya kepemilikanya.

    Salam

  5. Om mw tnya nih untuk solo touring lintas provinsi gitu d wajibkan bawa surat jalan dari kepolisian ga yah

  6. Tio Yulianto says:

    Mantaf Om, jadi pengin nich……In Sha Allah 2017 mo nyusul pakai Yamaha ‘Xabree’ hanya saja routenya masih pilih pilih (mungkin jalur tengah).

  7. Sihombing says:

    Saya tgl 20 juni bang dari bandung. Siapa tau bisa barengan

  8. Sihombing says:

    Saya tgl 20 juni bang dari bandung. Siapa tau bisa barengan.
    Nih wa saya bang : 085277722073

  9. arli ramdan says:

    salute om stephen,, semoga saya bisa mengikuti jejak um stephen tahun depan. salam satu aspal.

Leave a Reply