Jeffrey Polnaja, akhiri misi Solo Riding “Ride for Peace” sejauh 420.000 Km

IMG_6098

Jeffrey Polnaja (53), penjelajah dunia seorang diri dengan sepeda motor, resmi menuntaskan misi Ride for Peace (RFP) di kantor PP IMI di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (19/9). Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Nanan Soekarna yang menyambut kedatangan Jeffrey menyampaikan rasa bangga pada keberhasilan pria yang mengemban misi perdamaian dunia ini.

“Keberhasilan Jeffrey menunjukkan kepada dunia bahwa pemuda Indonesia tangguh dan cinta perdamaian. Semoga yang dilakukan Jeffrey ini bisa menginspirasi banyak pemuda Indonesia, khususnya para pecinta sepeda motor, untuk melakukan hal yang sama demi nama bangsa,” ucap Nanan di depan pemotor dan pengurus teras PP IMI yang menerima kedatangan Jeffrey.

Sementara itu, pimpinan RFP yang merupakan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perindustrian Fahmi Indris, menegaskan bahwa perjalanan keliling dunia RFP merupakan tugas mulia.

“Seorang pemotor ternyata juga bisa melakukan pekerjaan yang umumnya dilakukan diplomat dan para duta besar. Pencapaian Kang JJ bukanlah pekerjaan mudah. Apa yang telah beliau lakukan perlu kita apresiasi bersama,” kata Fahmi dalam sambutannya.

20150919_095555

Jeffrey, pemotor kelahiran Bandung, Jawa Barat, tercatat telah mengunjungi 97 negara di lima benua dengan total jarak tempuh 420.000Km. Prestasi yang telah menempatkan Jeffrey sebagai manusia kedua yang pernah mengendarai sepeda motor paling jauh sepanjang waktu ini dibukukan selama total 2.163 hari (951 hari RFP pertama 2006-2008 dan 1.212 hari RFP kedua 2012-2015).

Catatan mengagumkan tersebut dijalani Jeffrey di atas dua unit sepeda motor kelas petualang BMW R1150GS (satu unit hilang di Belanda di awal perjalanan RFP kedua).

“Tadi, sambil menunjukkan jari ke atas, saya bicara dengan Sang Maha Pencipta, mengucapkan syukur atas segala yang Dia berikan kepada saya,” ujar Jeffrey usai memimpin pawai bersama para pemotor yang menyambut kedatangannya di Jakarta.

“Sekilas saya mengingat kembali dengan apa yang telah saya lakukan. Ini sebenarnya sebuah ketidakmungkinan yang menjadi mungkin. Tanpa pertolongan Tuhan dan do’a seluruh lapisan masyarakat, mustahil saya bisa mengemban misi Ride for Peace. Artinya, keberhasilan saya adalah keberhasilan bangsa Indonesia,” lanjutnya.

20150919_095011

Jeffrey juga berpesan tentang pentingnya menjaga perdamaian di dunia. Peperangan dan konflik kemanusiaan yang masih terjadi di beberapa negara di dunia seharusnya mampu dihentikan jika setiap manusia memahami betapa kecilnya dunia yang begitu indah ini.

“Saya telah berada dalam fase-fase perubahan di muka bumi. Hal ini menuntun saya bahwa sebenarnya tidak ada yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia lainnya,” tegas Jeffrey yang pada perjalanan menuju Jakarta dari Bali ditemani putra keduanya, Reindraprasta Polnaja, yang menunggang Triumph Tiger.

“Saya sulit membedakan ras manusia dalam perjalanan ini. Saya menemui perubahan warna kulit manusia dari putih, cokelat, lalu menghitam dari satu daerah ke daerah lain. Saya melihat perubahan dari mata yang sipit, oval, hingga terbuka bulat, dari rambut lurus hingga ikal. Jadi buat apa manusia berperang?”

Jeffrey juga berharap penjelajahan keliling dunia yang telah selesai dilakukannya bersama RFP bisa dilanjutkan generasi-generasi pemuda Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut, dikatakan Jeffrey, agar bangsa Indonesia tetap dikenal di dunia sebagai bangsa kuat yang cinta perdamaian.

Tentang Ride for Peace

Ride For Peace adalah perjalanan keliling dunia secara terus menerus yang dilakukan seorang diri oleh Jeffrey Polnaja. Pada tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey telah menjelajahi 72 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Pada awal tahun 2012 Jeffrey Polnaja kembali melanjutkan perjalanannya. Dia memulai perjalanan dari Paris, Perancis guna menjelajahi Eropa, termasuk menaklukan kawasan dingin di Siberia. Jeffrey kemudian masuk ke benua Amerika  melalui Vancouver, Kanada setelah melintasi Samudra Pasifik.

Dari Vancouver Jeffrey memulai perjalanan panjangnya di benua Amerika, ia menuju Alaska melewati jalur ‘loose gravel’ ribuan kilometer sepanjang Dalton Highway dan berhasil mencapai Deadhorse, Prudhoe Bay–sebuah jalan di utara Amerika yang sangat terkenal di dunia karena keganasan medannya.

Sejak awal 2006 hingga Juli 2015 setelah Australia, Jeffrey yang mengusung bendera Ride for Peace telah berkelana dengan sepeda motornya sejauh kurang lebih 420.000 kilometer. Sudah 97 negara di benua Asia, Afrika, Eropa dan Amerika, dan Australia dijelajahinya. Rencananya, Jeffrey akan mendaratkan BMW R 1150 GS ke Tanah Air pada September 2015 usai menyelesaikan penjelajahan di Timor-Leste.

ALBUM FACEBOOK

Please follow and like us:

Leave a Reply