Rolls-Royce Motor Cars meluncurkan Rolls-Royce Wraith ‘Inspired by Music’.

Rolls-Royce Wraith 'Inspired by Music'

Rolls-Royce Motor Cars telah berkontribusi terhadap mitos dan legenda dari scene musik kontemporer sejak lahirnya Rock & Roll. Lebih dari setengah abad kemudian, kolaborasi jangka panjang ini hidup kembali, Rolls-Royce Motor Cars dengan bangga meluncurkan Rolls-Royce Wraith ‘Inspired by Music’.

Sejak kehadiran Wraith pada tahun 2013, pelanggan dapat memilih sistem tata suara terbaik di dalam sejarah industri otomotif; Bespoke Audio untuk Rolls-Royce Wraith yang mereka pesan. Seperti semua elemen dari Rolls-Royce motor car, konstruksi sistem audio ini menggunakan kombinasi dari material terbaik dan keahlian khusus setiap pengrajin dibidangnya.

Pada Kamis, 26/8/15 melalui Wraith ‘Inspired by Music’, karakter suara dan materi berkualitas tinggi yang digunakan pada sistem audio Bespoke Audio membawa seluruh kombinasi tersebut, menciptakan panggung musik paling eksklusif untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh indra.

“Wraith ‘Inspired by Music’ akan menarik pelanggan yang mencari sebuah Rolls-Royce yang sangat unik dan penuh dengan kreatifitas. Dengan tampilan yang sangat mengagumkan, lengkap dengan sistem audio Bespoke Audio serta lapisan eksterior kontemporer dengan warna tembaga, Rolls-Royce Wraith ‘Inspired by Music’ menghadirkan pengalaman tertinggi dalam menikmati sistem tata suara terbaik,” ungkap Torsten Müller Ötvös, Chief Executive Officer, Rolls-Royce Motor Cars.

Pengaplikasian teknik pengecatan warna Copper khusus untuk memberikan eksterior dengan tekstur yang elegan dan finishing warna laiknya lempengan tembaga telah memberikan petunjuk khusus kepada penggunaan materi ini pada sistem audio terbaik yang digunakan Rolls-Royce Wraith ‘Inspired by Music’.

Saat pintu coach-door dibuka, perhatian akan tertuju pada speaker grill tembaga dengan ukiran khusus ‘Bespoke Audio’. Doortrim dan karpet yang digunakan terbuat dari anyaman kulit terbaik untuk menghibur indra peraba pemiliknya. Penggunaan warna dan finishing Copper dari dashboard hingga ke belakang menekankan penggunaan tembaga dan memberi aksen istimewa pada interior kendaraan ini. Finishing Cooper juga dapat ditemukan di beberapa tempat, seperti center console hingga ke tombol pengaturan kursi untuk memperlihatkan penggunaan material istimewa ini.

Detail terbaik dalam pengembangan sistem audio pada kendaraan ini diguhnakan untuk mengembangkan setiap aspek dari mobil ini. Contohnya, detail pada jam dashboard telah dirancang dengan cermat untuk memberikan tampilan terbaik dari kombinasi tembaga dan perak, sementara garis pada bezel menyiratkan tampilan dari piringan hitam.

Sistem audio Bespoke Audio dikembangkan oleh insinyur automotive-audio terbaik di dunia, melalui riset hingga dua tahun bersama desainer interior dari Rolls-Royce untuk memastikan sistem audio yang terpasang dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Dalam mengejar kesempurnaan, berbagai perubahan yang dilakukan para desainer interior memerlukan arahan langsung dari Chief Audio Engineer.

Kebeningan suara yang sangat baik dan tingkatan nada yang jelas dihantarkan melalui sistem 1300W, 18 channel yang terdiri dari dua bass speakers, tujuh tweeters dan tujuh speaker mid range. Dua hand-fitted speaker tambahan di bagian headrest memberi peran penting dalam membawa suara ke telinga pendengarnya, membawa tata suara laiknya ‘live show’. Mikrofon di dalam kabin secara konstan juga memonitor ambient dan tingkat kebisingan dari luar untuk selanjutnya mengatur tingkat kekerasan suara serta tone secara otomatis sehingga tidak mengurangi kenikmatan pengendara.

Wraith ‘Inspired by Music’ melengkapi trilogi Bespoke Rolls-Royce. Mulai dari Wraith ‘Inspired by Film’ yang merayakan kolaborasi Rolls-Royce dengan dunia layar lebar, Wraith ‘Inspired by Fashion’ yang memberikan pilihan terbaik untuk para pencinta fashion dengan materi dan motif high fashion.

Rolls-Royce: Tahun ‘Rock & Roll’

Pada Januari 1961, Elvis Presley masuk ke dalam diler Rolls-Royce di Beverley Hills. Berbekal kesuksekannya di dunia musik dan kontrak film lima tahun, dia memesan satu-satunya mobil di dunia yang sesuai dengan statusnya sebagai ‘King of Rock & Roll’; Rolls-Royce Phantom V. Sejak hari itu, Rolls-Royce motor car menjadi pilihan utama di kalangan elit para pelaku industri musik.

Banyak mobil Rolls-Royce ikut tercatat dalam perkembangan dunia otomotif dan musik. Salah satu contohnya adalah John Lennon yang menggunakan Phantom V di tahun 1965. Di masa itu, ia mengukuhkan teknologi terbaik di jamannya seperti, televisi, kulkas portable, penyetel musik dan kaca jendela berwarna hitam pertama di daratan britania raya. Ia sangat menyukai kenyamanan interior dari kendaraan terbaik di dunia ini hingga sempat dilaporkan ia mengganti kursi baris kedua dengan sebuah double bed.

Tetapi, melalui eksteriornya lah Rolls-Royce Phantom V milik Lennon ini masuk ke dalam jajaran Rolls-Royce paling dikenal sepanjang masa. Tidak puas dengan warna Valentines Black, ia mempekerjakan seniman dari Belanda untuk mengecat ulang mobilnya dengan motif psychedelic menyerupai kereta kuda kaum gypsi. Hasilnya tidak sesuai dengan selera kebanyakan orang, Lennon sering bercerita ia dikejar wanita yang berteriak “Teganya kamu melakukan hal tersebut pada sebuah Rolls-Royce!”.

Satu cerita unik lain dari hubungan erat antara Rolls-Royce dengan dunia musik lahir dari drummer The Who, Keith Moonand. Keith, pada malam perayaan ulang tahun ke 21-nya di Holiday Inn, Flint Michigan, mengendarai Rolls-Roycenya hingga terjatuh ke kolam renang hotel tersebut. Banyak yang tidak percaya atas kontroversi tersebut, tapi inilah hasil dari dua versi cerita yang beredar pada saat itu.

Di satu sisi terdapat cerita tentang bagaimana Keith yang tidak berhasil mengaktifkan rem tangan dari Roll-Royce miliknya saat dia memarkirkan kendaraannya di turunan, hal tersebut mengakibatkan mobilnya terjun bebas ke kolam renang yang sedang dibangun. Mobilnya meluncur kencang dari turunan dan mendarat keras di kolam yang belum terisi penuh.

Cerita kedua, datang dari lingkaran yang lebih dekat dengan Keith. Pada saat hendak membeli kendaraan barunya tersebut, ia membebankan pembayaran kepada rekening bank The Who. Keith mengungkapkan rasa kecewanya dengan memarkirkan kendaraannya bak air mancur di tengah kolam renang sebelum diler mengambil balik kendaraan tersebut. Sesuatu yang sangat tidak mungkin dilakukan Keith terhadap kendaraan kesayangannya.

Please follow and like us:

Leave a Reply