Review Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40 menempuh jarak 3.250 Km

20150515_113041_exposure

Solo Touring Jawa-Bali-Lombok puluang-pergi yang dijalani SL.com seorang diri pada 9-19 Mei 2015 lalu setidaknya memberi pengalaman baru berkendara sepeda motor, antara lain uji fisik dan mental, uji nyali, disipilin waktu, dan mengatur emosi diri sendiri. Namun demikian, semua itu tak lepas dari kondisi sepeda motor yang digunakan termasuk pelumas yang menjadi “darah” untuk motor tersebut.

Adapun sepeda motor yang digunakan adalah Suzuki Inazuma GW250 tahun produksi 2013. Motor fuel injection bermesin 2 silinder SOHC ini memiliki kapasitas silinder 248 cc yang dilumasi dengan Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40.

Memiliki diameter x langkah 53,5 mm x 55,2 mm dan kompresi 11,5:1, setidaknya Inazuma 250cc ini mampu menyemburkan tenaga maksimum 18 kW @ 8.500 rpm dengan torsi maksimum 22 Nm @ 6.500 rpm. Tenaga ini ternyata sangat mumpuni menjelajah semua kondis jalan yang di Jawa – bali dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Suzuki Inazuma ini masuk dalam kategori sepeda motor touring, pasalnya pabrikannya sudah mendasain sebagai sepeda motor turing yang memang nyaman dikendarai untuk jarak jauh. Spesikasi bodinya antara lain memiliki panjang 2.145 mm, lebar 760 mm, tinggi 1.075 mm, jarak sumbu roda 1.430 mm, jarak terendah ke tanah 165 mm, dan tinggi jok 780 mm.

Ya.. motor ini tergolong berat dengan berat kosong 182 kg. Namun faktor berat inilah yang sebenarnya memberikan kenyamanan berkendara jarak jauh. Selain itu motor ini dibekali dengan suspensi yang lembut, untuk roda depan mengusung teleskopik dan roda belakang menggunakan lengan ayun yang lembut membuat berkendara tambah asyik dan betah.

Pengalaman memakai pelumas Pertamina Enduro 4T Racing bukan yang pertama kali bagi SL.com, karena sebelumnya SL.com sudah pernah memakai pelumas yang sama dalam ajang “Touring Adventure Southern Sumatera” pada tahun 2007. Hanya saat itu, jarak tempuh 3.141 Km dengan penggantian oli satu kali, sementara itu pada Solo Touring Jawa Bali Lombok ini menempuh jarak 3.250 Km dengan catatan tanpa mengganti atau menambah oli sekalipun.

Perlu diketahui jarak sejauh 3.250 Km tentu saja ada banyak melewati berbagai ragam kondisi jalan, dan yang berlum pernah dilewati hanya jalan tanah liat atau jalan berlumpur, selain dari itu semua kondisi jalan sudah pernah dilewati, termasuk tanjakan, turunan, maupun jalan lurus.

Sebagai referensi berikut ini daftar rute atau trfek yang dilewati SL.com dan bagi mereka yang mengenal rute ini tentu paham bagaimana kondisi jalan dilaoangan yang sebenarnya:

NO DATE DAY RUTE
1 9 Mei Sabtu Jakarta – Semarang via Bekasi, Karawang, Pantura, Cirebon, Tegal, Pekalongan (490 km)
2 10 Mei Minggu Semarang – Malang via Salatiga, Tawamangu, Madiun, Kertosono, Pare, Pujon, Batu (390 km)
3 11 Mei Senin Malang – Denpasar via Tempeh, Jember, Genteng,  Bayuwangi, Ketapang – Gilimanuk (450 km)
4 12 Mei Selasa Denpasar (istirahat)
5 13 Mei Rabu Denpasar – Kota Mataram via Padang Bai – Lembar – Desa Sade – Hotel Santika Mataram (80 km)
6 14 Mei Kamis Kota Mataram – Desa Wakan – Kota Mataram (180 km)
7 15 Mei Jumat Kota Mataram – Senggigi – Bayan – Sembalun – Mataram (250 km)
8 16 Mei Sabtu Kota Mataram – Lembar (22 km), Padang Bai – Denpasar (66 km)
9 17 Mei Minggu Denpasar – Gilimanuk (130 km), Ketapang – Bromo via Situbundo, Probolinggo (230 km)
10 18 Mei Senin Bromo – Jogjakarta via Tumpang, Kepanjen, Tulungagung, Pacitan, Wonosari (410 km)
11 19 Mei Selasa Jogjakarta – Rumah via Purwokerto, Cirebon, Bekasi (560 km)

Apakah kelebihan pelumas Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40 pada motor Inazuma GW250 setelah menyelesaikan rute Jawa Bali Lombok tersebut diatas?

  1. 100% sangat puas, pasalnya tarikan sepeda motor menjadi lebih enteng, akselerasinya pun menjadi sangat mumpuni. Tarikan bawah memang sedikit berat (mungkin karena motor berat full box), tetapi jangan tanya pada tarikan atasnya, motor ini langsung ngacir.
  2. Kecepatan di trek lurus panjang bisa tembus di angka 125 km/jam (mata masih sempat melirik angka digital speedometer), tapi saat grip gas diplintir lebih dalam lagi (mata harus fokus kedepan) diperkirakan kecepatannya sudah tembus di angka 135 km/jam, bahkan bisa lebih.
  3. Torsi mesin sangat bagus disetiap RPM, sama sekali tidak ada gejala power ngedrop atau berkurang, artinya tenaga motor tetap terisi untuk setiap RPM.
  4. Torsi besar yang selalu berisi ini sangat membantu berkendara jarak jauh, dan disinilah kenyamanan berkendara dari sebuah motor turing, apalagi nafas motor ini panjang sepertinya tak ada habis-habisnya untuk terus digas, kecuali rudernya yang perlu waktu beristirahat dan motor harus refuel (isi bensin).
  5. Pelumas menguap? Tambah oli? Hall ini tidak terbukti selama menempuh jarak sejauh 3.250 Km. Sampati finishpun, oli sama sekali tidak berkurang. Hal kekuatiran tentang penguapan oli memang sempat terjadi karena terik matahari yang sangat menyengat, setidaknya 2 kali berhenti untuk mengecek ketinggian oli, tetapi nyatanya oli aman dan perjalanan dilanjutkan tanpa ada kendala.

Dalam perjalanan Solo Touring ini, SL.com bertanggung jawab atas diri sendiri, termasuk keselamatan diri. Oleh karena itu, irama kecepatan sepeda motor diatur sesuai kondisi fisik dan kondisi jalan, jika dirasa aman maka kecepatan bisa ditambah. Prinsipnya, berkendara seorang diri harus dapat menikmati perjalanan “Solo Riding” sesuai dengan rute yang dilewati.

Enjoy riding and safety first itulah moto yang selalu ada dibenak SL.com selama berkendara.

ALBUM FACEBOOK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *