SINNOB Gear ini jadi perhatian Bikers Malaysia di BORNEO

Lokasi: Perbatasan Indonesia – Malaysia di Kec.Simanggaris Kab.Nunukan Kalimantan Utara (Senin, 23/1/17)

Salah satu pengalaman Solo Rider Stephen Langitan (SL) dalam rangka menjalankan misi “Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara” adalah pada saat bertemu dengan kalangan bikers Malaysia, mulai dari Kuching Sarawak sampai ke Tawau Sabah dimana mereka pada umumnya sudah mengenal produk SINNOB yang terpasang di motor Suzuki Inazuma 250cc. Artinya di SINNOB di Malaysia bukan barang baru.

“Wah.. ini SINNOB sama seperti di motor saya, barang mahal ni,” ujar seorang biker LC Crew yang menyambut kedatangan Solo Rider SL di Kuching Sarawak. Setelah kopdar dengan para bikers Malaysia, beberapa orang dari mereka ada yang menanyakan harga produk SINNOB di Indonesia. Kemudian mereka membandingkan dengan harga jual di Malaysia yang katanya jauh lebih mahal.

Motor favorit bikers Malaysia pada umumnya adalah merek Yamaha, dan mereka fans berat pembalap MotoGP #46 Valentino Rossi. Tak heran bikers Malaysia banyak yang memiliki Yamaha 135LC (di Indonesia Yamaha Jupiter), Yamaha Y15ZR (di Indonesia Yamaha MX King150), FZ150I (Vixion), dan YZF-R25 (sport R25). Untuk detail produk motor Yamaha di Malaysia, silahkan check ke webite http://www.hongleong.com.my/

Bikers Malaysia menggunakan kostum Yamaha, mulai dari t’shirt, jaket, topi, buff, helm, bahkan warna sepatunya pun disesuaikan dengan warna motornya. Inilah yang dilihat sendiri oleh Solo Rider SL saat berjumpa dengan bikers Malaysia yang menjemput – menjamu – melepas saya selama di Malaysia, dan mereka bergabung dalam satu komunitas motorsikal terbesar di Malaysia yang bernama LC CREW, yaitu pengguna motorsikal Yamaha 135LC.

Nah, produk SINNOB yang disukai oleh bikers Malaysia adalah warna kuning, yang selaras dengan warna pembalap MotoGP #46 Valentino Rossi. Pokoknya keren-keren bro kalau jumpa dan riding bareng bikers LC CREW ini, baik yang di Sarawak maupun di Sabah. Kostumnya keren, cantik dilihat, dan tak ketinggalan kecepatannya. Kalau sudah berkendara diluar kota kecepatannya rata-rata diatas 100 Km/jam, bahkan mereka tak segan-segan mengatakan waktu tempuhnya 1 menit = 1 Km.

Sementara produk SINNOB yang dipakai Suzuki Inazuma adalah produk spesifikasi khusus, yaitu warna Super Red. Ratio 14-45 (gear depan 14 mata dan gear belakang 45 mata). Kinerja sangat memuaskan, pasalnya perjalanan yang dimulai tanggal 2 Januari 2017 sampai finish 1 Februari 2017 (31 hari) dengan jarak 7.666 Km (termasuk Jakarta – Surabaya pp 1.600 Km) sama sekali tidak ada masalah yang serius dengan gear dan putaran roda belakang. Asyik asyik aja bro.

Solo Rider hanya perlu mengganti rantai, yaitu saat di Balikpapan, Pontianak, dan Kudat Sabah karena kondisi rantai yang haus dan memang perlu diganti. Apa sebab? Karena kondisi medan atau rute Borneo yang dilewati sangat berat, serta barang bawaan Inazuma juga berat. Jadi dapat dimaklumi apabila rantai harus bekerja extra keras menggerakan roda belakang agar motor terus melaju.

Berikut ini peta perjalanan “Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara” yaitu Indonesia – Malaysia dan Brunei yang telah diselesaikan oleh Solo Rider SL bersama Suzuki Inazuma dan tentunya pakai SINNOB Gear:

Rutenya: Start dari Cinere Depok – Jakarta – Kudus – Surabaya – Banjarmasin – Sampit – Pangkalan Bun – Tayan – Pontianak – PLBN Aruk Sambas – Kuching – Sibu – Miri – Brunei – Kota Kinabbalu – The Tip of Borneo – Kudat – Telupid – Tawau – Simanggaris – Malinau – Tideng Pale KTT – Tanjung Selor – Tanjung Redeb – Sangata – Samarinda – Balikpapan – Banjarmasin – Surabaya – Sermarang dan Jakarta – dan finish di Cinere Depok.

Akhir kata, saya Stephen Langitan sebagai penggagas dan pelaku Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SINNOB Gear Manufacturing yang telah mempercayakan penggunaan produk aftermarket SINNOB Gear bersama motor Suzuki Inazuma 250cc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *