Ini CPD Carnet Pertama Melintas PLBN Aruk Sambas

Dalam perjalanan Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara ada kisah menarik yang terjadi di perbatasan Indonesia – Malaysia, tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas, Kalimantan Barat. Tempat ini tampak sudah memiliki bangunan yang keren dan megah. Secara konstruki bangunan PLBN Aruk ini sudah mencapai tahap finishing dan siap beroperasi dan diresmikan. Inilah yang dilihat oleh Solo Rider Stephen Langitan (SL) saat melintas PLBN Aruk pada hari Rabu, 11 Januari 2017 lalu.

Saat itu Solo Rider SL memang harus melewai PLBN Aruk dalam misi Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara: Indonesia – Malaysia – Brunei. Semula kami mengetahui untuk lintas batas dengan Malaysia harus lewat Entikong dengan bangunan yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi. Dalam hal ini SL ini ingin mencari sesuatu yang baru dan berbeda tidak memilih jalur Entikong tetapi Aruk walaupun jaraknya dari Pontianak lebih jauh tetapi lebih menantang.

Hanya dengan modal dokumen Passport dan CPD Carnet kemudian saya datang membawa sepeda motor serta barang bawaan ke PLBN Aruk sekitar jam 09.00 wib. Sebelumnya saya lebih dulu menginap di salah satu losmen yang di Aruk, dan tentu saja jarak dari penginapan ke PLBN Aruk hanya 200 meter saja, selain dekat juga masih segar karena baru mandi. Ada rasa kaget saat melihat gedung baru PLBN Aruk, masih sepi dan belum digunakan.

Kemudian saya mengarahkan motor Inazuma ke sebuah gedung darurat, dan disanalah proses imigrasi para pelintas negara berlangsung. Passport langsung di cap, dan dokumen CPD Carget berwarna kuning kemudian saya sodorkan ke petugas dan ternyata soal dokumen warna kuning ini harus diurus oleh Bea Cukai.

Saya pindah ke ruangan Bea Cukai dan petugas meminta saya untuk menunggu kedatangan sosok person in charge yang lebih paham soal administrasi CPD Carnet. Setelah seorang PIC-nya datang, kemudian CPD Carnet-pun dipelajari. Singkat cerita di PLBN Aruk belum pernah ada pelintas antar negara yang membawa dokumen CPD Carnet. Jadi bisa dikatakan ini CPD Carnet pertama yang melintas PLBN Aruk Sambas, dan SL menjadi biker pertama yang melintas dengan dokumen CPD Carnet di PLBN Aruk.

Proses administrasi ternyata butuh waktu cukup lama, dimana petugas harus lebih dulu mendapatkan konfirmasi dari kantor pusat kurang lebih 2 jam kemudian barulah dokumen CPD Carnet bisa di cap oleh petugas Bea Cukai. Artinya Solo Rider SL secara resmi sudah bisa keluar negeri membawa motor sendiri.

Dari cerita diatas, saya secara pribadi memaklumi kondisi yang terjadi. Buat petugas adalah yang penting sudah mendapat konfirmasi dari atasan, dan sayapun mendapat kepastian dengan aman bisa membawa Suzuki Inazuma keluar negeri melanjutkan misi Solo Touring BORNEO Lintas 3 Negara tujuan negara Malaysia.

Saya percaya untuk kedepannya, bagi para bikers yang akan melintas di PLBN Aruk urusannya bakal lebih lancar dalam hal proses administrasi CPD Carnet yang ditangani oleh petugas Bea Cukai perbatasan asalkan dokumen Carnet yang telah diperoleh adalah dokumen resmi dari kantor IMI (Ikatan Motor Indonesia). Dalam waktu dekat ini PLBN Aruk akan menggunakan gedung baru yang modern dan tentunya akan semakin profesional dan lancar.

Btw.. namun perlu diingat buat para peturing lintas negara wajib hukumnya membawa CPD Carnet ke pos perbatasan yang ada di Indonesia. Bagaimana cara mendapatkan dokumen CPD Carnet? Baca artikel ini.

3 thoughts on “Ini CPD Carnet Pertama Melintas PLBN Aruk Sambas

  1. […] (PLBN) yang Resmi antara Indonesia – Malaysia hanya ada 3 lokasi, yaitu PLBN Aruk Sambas (artikel ini), PLBN Entikong dimana keduanya ada di Kalimantan Barat. Sedangkan yang ketiga melalui jalur Tawau […]

  2. […] Singkat kata motor kelas 250cc tidak kelebihan tenaga dan tidak juga kekurangan tenaga. Kalaupun masbro sudah punya motor 250cc keatas tentunya akan jauh lebih baik, bahkan motor ini sangat recommended dipakai turing ke luar negeri merasakan sensasi highway dengan speed 150 kmj hingga 200 kmj. Mungkin negara yang paling dekat dituju adalah menjelajah ke Brunei lewat jalur Sarawak Malaysia, masuknya dari Kalimantan Barat melewati PLBN Aruk. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *