Touring BORNEO, Singgah di Tugu Khatulistiwa Pontianak

Solo Rider Stephen Langitan (SL) tiba di Tugu Khatulistiwa Pontianak pada Selasa, 10 Januari 2017 pukul 08.45 wib. Tiba di Monumen Equator ini dalam rangka menyelesaikan misi Solo Touring BORNEO 3 Negara yang mana Solo Rider SL harus melewati monumen bersejarah ini.

Dalam rangkaian perjalanan antar pulau Nusantara Indonesia dengan sepeda motor Suzuki Inazuma GW250, Solo Rider SL setidaknya sudah pernah mencapai seluruh Tugu Khatulistiwa yang ada di Indonesia, yaitu di Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Tengah dan terakhir di Pontianak Kalimantan Barat.

Kabar bagusnya setiap pemgunjung yang datang ke lokasi Tugu Khatulistiwa Pontianak bisa mendapatkan sertfikat dengan nama lengkap pengunjung. Mantap.

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Mengutip dari Wikipedia, disebutkan bahwa berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.
Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *