GIIAS 2016: Royal Enfield Himalayan hadir tapi harganya menyusul

S †

Royal Enfield, brand sepeda motor dengan perkembangan paling pesat di dunia, memperkenalkan Himalayan — sepeda motor berbasis fungsi yang diciptakan untuk kegiatan touring dan berpetualang di pegunungan Himalaya — diperlihatkan untuk pertama kalinya di Indonesia pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.

Melalui pengalaman berkendara selama 60 tahun dengan desain sepeda motornya yang benar-benar ground-up, dan digerakkan oleh mesin LS 410 terbaru, Royal Enfield Himalayan berusaha menciptakan bentuk aktivitas adventure touring di Indonesia yang lebih murni, tidak ekstrim, dan lebih mudah dilakukan.

Motor ini dirancang dengan kemampuan untuk melaju di medan off-road yang ekstrim, sepeda motor tersebut juga dapat melaju dengan gesit pada kondisi jalan perkotaan yang berlubang, sama gesitnya seperti ketika motor ini melaju di wilayah pegunungan yang menantang. Sepeda motor Himalayan akan tersedia dalam dua pilihan—Granite dan Snow.

Kabar bagusnya OTOSLcom | MotoBikerz.com melalui Rider Stephen Langitan (SL) sudah pernah merasakan langsung ketangguhan Royal Enfield Himalayan ini di kawasan pegunungan Himalaya melalui acara adventure touring kelas dunia yang disebut dengan nama Himalayan Odyssey 2016. Pada acara tersebut, motor Royal Enfield Himalayan dikendarai dengan sangat mudah hingga mencapai Khardung La Top yaitu jalan umum tertinggi didunia 18.380 feet (5600 meter).

Ketika memperkenalkan Himalayan, Mr Rudratej Singh, President Royal Enfield, mengungkapkan, “Himalayan merupakan puncak dari sejarah ketangguhan Royal Enfield selama 60 tahun di rumah sakralnya, Himalaya. Wawasan terbesar kami selama 60 tahun dalam berkendara melihat bahwa sepeda motor terbaik yang sesuai untuk wilayah pegunungan seperti Himalaya bukanlah sepeda motor yang berusaha untuk mendominasi wilayah bentang alam tersebut, namun sepeda motor yang mampu melaju bersama dengan kondisi dan segala macam rintangan yang ada di medan tersebut.

“Jenis sepeda motor adventure tourer besar yang masuk pada kategori tersebut, tidak dapat melaju dengan baik di medan-medan seperti itu. Bobotnya yang berat serta desainnya yang begitu rumit dan mengintimidasi sangatlah tidak sesuai untuk lingkungan yang menantang. Dengan desain yang berbasis fungsi dan ground-up, Himalayan merupakan sepeda motor yang sederhana dan dapat melaju di mana saja sehingga akan mampu mendefinisikan kembali aktivitas adventure touring di Indonesia yang sebenarnya.” tambahnya.

Dibangun pada bingkai duplex split cradle kokoh yang dirancang dan dikembangkan oleh Harris Performance, Himalayan sangatlah stabil dan juga lincah. Suspensi monoshock belakang yang kuat dan saling terkait memungkinkan pengendara untuk melakukan perjalanan yang lebih jauh dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus, terlepas dari jenis medannya.

Memiliki Ground clearance atau kolong kendaraan setinggi 220 mm yang dimiliki oleh Himalayan membuat sepeda motor ini dapat mengatasi seluruh rintangan yang ada di pegunungan Himalaya dengan nyaman, seperti dasar sungai yang dipenuhi bebatuan dan persimpangan sungai. Kombinasi ukuran roda ban yang optimal menghasilkan kontrol yang baik saat berkendara melewati bebatuan dan jalur bekas roda.

Himalayan juga didukung dengan mesin overhead camshaft (OVC) yang membentuk dasar untuk mesin langkah panjang (long stroke) LS 410 yang baru. Seluruh mesin baru ini mampu memberikan torsi tinggi dan daya yang dapat digunakan pada RPM terendah. Semua ini dirancang untuk berkendara secara halus dengan gigi yang lebih tinggi pada kecepatan rendah, sehingga lebih mudah untuk mendaki bukit, maupun bermanuver dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Desain dan material mesin yang modern diciptakan untuk meningkatkan efisiensi mesin walaupun dengan tingkat pemeliharaan yang rendah. Selain itu, mesin dapat digunakan untuk berkendara sejauh 10.000 kilometer dengan hanya satu kali pergantian oli.

IFMengomentari karakteristik sepeda motor tersebut yang multi fungsi, Pradeep Mathew, Project Leader Himalayan dari Royal Enfield mengungkapkan, “Secara fungsi, desain Himalayan yang tidak mengintimidasi namun tetap kokoh layaknya rancangan Spartan, kurva torsi yang datar, tinggi jok kursi yang terjangkau, suspensi yang mendukung perjalanan jauh, dan kemudahan kepemilikan menjadikan Himalayan sepeda motor yang sangat multi fungsi yang sangat gesit untuk digunakan dalam perjalanan jauh sekaligus menjadi pilihan terbaik untuk dikendarai di lingkungan perkotaan.”

Touring utility sudah otomatis terpasang pada Himalayan. Tangki bahan bakar yang mampu menampung 15 liter bensin memungkinkan untuk berkendara sejauh 450 km. Titik pemasangan bagasi, baik untuk barang bawaan yang berat maupun ringan, serta tangki cadangan sudah dirancang secara integral pada badan sepeda motor. Panel kontrol sederhana mampu memberikan informasi mengenai kecepatan kendaraan, arah, suhu lingkungan, waktu tempuh perjalanan, interval servis, serta jarak tempuh perjalanan jauh.

Yang paling penting, sebuah sinkronisasi ergonomis antara footpegs, stang, dan ketinggian tempat duduk dapat memberikan posisi berkendara tegak yang nyaman untuk perjalanan panjang. Ketinggian tempat duduk 800 mm yang mudah dijangkau, dengan mass-balance yang rendah memberikan kemudahan untuk memijakkan kaki di jalan dengan kontrol penuh.

Rider SL berbagi cerita dan pengalaman tentang motor Royal Enfield Himalayan dalam acara Himalayan Odyssey 2016

Rider SL berbagi cerita dan pengalaman tentang motor Royal Enfield Himalayan

Royal Enfield Himalayan dilengkapi dengan ban berfungsi ganda (dual purpose) yang memberikan pegangan dan kinerja baik dalam berbagai kondisi. Selain melengkapi kontrol pengereman, rem cakram 300 mm didepan dan 240 mm di belakang juga membantu untuk mengurangi usaha pengereman.

Royal Enfield telah menginvestasikan waktu yang signifikan dan tenaga dalam pengujian Royal Enfield Himalayan secara ekstensif dengan melewati berbagai medan off-road dan on-road. Mulai dari lapangan udara Bruntingthorpe di Inggris hingga arena balap di Sriperumbudur, Chennai; dari medan off-road di perkotaan hingga dalam kondisi riding sesungguhnya di pegunungan Himalaya; sepeda motor ini telah melewati ratusan ribu kilometer dan jarak tempuh yang kumulatif sebelum mencapai lini produksi.

Royal Enfield, brand sepeda motor tertua di dunia yang diproduksi secara kontinyu merupakan bagian dari Eicher Motors Ltd. Perusahaan tersebut memulai operasinya di Indonesia sejak Februari 2016 melalui dealer eksklusifnya yang berada di Jakarta, yakni PT Distributor Motor Indonesia yang berlokasi di Jl. Pejaten Barat No.5, Jakarta Selatan.

Pada Tahun Fiskal 2016-2017, Royal Enfield menargetkan untuk menjual lebih dari 675.000 unit sepeda motor di seluruh dunia. Lalu menjelang akhir Tahun Fiskal 2018, brand sepeda motor ini menargetkan untuk memproduksi 900.000 unit sepeda motor di seluruh dunia. Dalam memenuhi jumlah permintaan sepeda motornya yang kian tinggi, perusahaan tersebut telah merencanakan untuk mendirikan pabrik ketiganya di India sekaligus pusat teknologi di Inggris dan India.

Video Himalayan Odyssey 2016

Cerita seru tentang pengalaman Rider SL selama mengikuti Himalayan Odyssey 2016 dengan motor Royal Enfield Himalayan dapat dilihat melalui channel youtube @videomotobikerz atau halaman MotoBikerz.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *