Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pp berjarak 6.000 Km tuntas!

Kete' Kesu Tana Toraja Sulawesi Selatan

Kete’ Kesu Tana Toraja Sulawesi Selatan

Kembali ajang solo touring atau berkendara sepeda motor seorang diri telah dijalani oleh rider Stephen Langitan (SL) menempuh pulau Sulawesi. Ini bukan cerita basa-basi tetapi fakta yang dijalani selama 32 hari dengan jarak tempuh 6.000 Km atau tepatnya 6.015 Km dan menggunakan motor sendiri alias milik pibadi Suzuki Inazuma GW250 keluaran 2013. Perjalanan Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pulang-pergi ini dimulai dari tanggal 27 Februari dan finish dirumah tanggal 29 Maret 2016.

Semula banyak yang masih meragukan pencapaian solo touring ke Sulawesi ini, pasalnya pulau Sulawesi masih dianggap rawan dengan keamanan, dan infrastuktur jalan yang belum bagus. Ternyata semua pendapat tersebut adalah tidak benar. Faktanya selama berkendara di Sulawesi benar-benar aman, nyaman dan nikmat. Tidak ada masalah dengan keamanan maupun kejahatan, bahkan kondisi jalan yang dilewati semuanya pun bagus. Yang pasti zero accident and zero trouble.

Visi solo turing Lintas Jawa – Sulawesi 6.000 Km ini sebenarnya sama dengan event-event turing yang sudah pernah dituntaskan sebelumnya seperti ajang Solo Touring Lintas Jawa-Bali-Lombok pp 3.250 Km dan Solo Touring Lintas Sumatera-Nol Km Sabang pp 5.500 Km. Adapun tujuan utamanya adalah untuk “Membangun Semangat, dan Inspirasi” bagi para penyuka turing di Tanah Air.

Selain itu misi yang ingin dicapai, yaitu membuat dokumentasi perjalanan sekaligus menyapa para biker di Tanah Air dalam rangka mempererat persaudaraan dan persatuan anak bangsa Republik Indonesia. Misi berikutnya adalah mengangkat wisata daerah dimana jalur yang dilewati diharapkan akan menjadi potensi wisata berkendara sepeda motor dan menjadi referensi bagi biker penyuka turing.

Peta Jalur Lintas Jawa – Sulawesi

Berikut ini adalah urutan kota yang diilewati selama 32 hari:

  • Hari 1: Start dari rumah di Cinere Depok menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (via Cirebon – Semarang – Tuban) sejauh 775 km
  • Hari 2: Berada di Surabaya
  • Hari 3: Terbang ke Makassar
  • Hari 4: Pagi hari ambil motor di Pelabuhan Makassar dan setelah makan siang start dari pantai Losari Makassar menuju Sengkang sejauh 200 Km
  • Hari 5: Sengkang – Makale Tana Toraja 180 Km
  • Hari 6: Wisata Tana Toraja
  • Hari 7: Wisata Tana Toraja
  • Hari 8: Makale Tana Toraja – Mangkutana sejauh 250 Km
  • Hari 9: Mangkutana -Poso sejauh 200 Km
  • Hari 10: Poso – Parigi sejauh 135 km
  • Hari 11: Wisata di Parigi
  • Hari 12: Usai melihat GMT di Parigi langsung ke Marisa Gorontalo sejauh 400 Km
  • Hari 13: Marisa – Kota Gorontalo sejauh 160 Km
  • Hari 14: Kota Gorontalo – Kotamubagu (via jalur Selatan) sejauh 240 Km
  • Hari 15: Kotamubagu – Tomohon (via jalur Selatan) sejauh 155 Km
  • Hari 16: Wisata Tomohon
  • Hari 17: Tomohon – Manado 30 Km
  • Hari 18: Wisata Minahasa (Rurukan – Tondano)
  • Hari 19: Istirahat di Tomohon
  • Hari 20: Istirahat di Tomohon
  • Hari 21: Istirahat di Tomohon
  • Hari 22: Start dari Tomohon ke Lolak (via Tanawangko – Amurang) 160 Km
  • Hari 23: Lolak – Buol sejauh 455 Km
  • Hari 24: Buol – Toli-Toli sejauh 170 Km
  • Hari 25: Toli-Toli – Palu (via Gunung Tinombala – Pantai Timur) sejauh 400 Km
  • Hari 26: Palu – Mamuju sejauh 400 Km
  • Hari 27: Mamuju – Makasar sejauh 445 Km
  • Hari 28: Naik Kapal Laut KM Kirana IX tujuan Pel. Tanjung Perak Surabaya
  • Hari 29: Jam 24.00 KM Kirana IX bersandar di Pel. Tanjung Perak Surabaya
  • Hari 30: Surabaya – Semarang (via Cepu – Blora – Purwodadi) sejauh 320 Km
  • Hari 31: Semarang – Cimahi (via Majalengka – Sumedang – Bandung) sejauh 385 Km
  • Hari 32: Bandung – Depok (via Cianjur – Puncak Pass – Bogor) sejauh 155 Km

JalurSulawesi

Kondisi jalan

Secara keseluruhan kondisi jalan di Pulau Sulawesi sudah sangat baik, pasalnya dengan adanya pemekaran provinsi dan kabupaten maka setiap daerah berlomba-lomba memperbaiki jalan didaerahnya. Hasilnya jalan Trans Sulawesi secara keseluruhan sudah bagus dan kondisi jalan banyak yang sudah diperlebar dengan lapisan aspal kelas satu. Motor Suzuki Inazuma sering kali melahap kecepatan diatas 100 Km/jam hingga 125 km/jam khususnya ditrek lurus panjang. Jika ditemukan jalan yang rusak hal itu disebabkan sedang ada proyek perbaikan, proyek pelebaran jalan, pangkas bukit, yang menyebabkan tanah dan batu kerikil berceceran di jalan.

Kadang-kadang melewati jalan lama yang kecil dan sempit dan itupun masih layak diliewati. Hal yang tidak mengenakan ketika melewati proyek pelebaran jalan dengan sistim buka-tutup. Hal ini terjadi di Bukit Santigi Kabupaten Parimo (Parigi-Moutung) Sulawesi Tengah yang sudah mendekati perbatasan Provinsi Gorontalo. Disana sistim buka tutupnya dengan waktu setiap dua jam dan pada saat tiba pada lokasi tersebut, jalan memang sedang ditutup dan harus menunggu 1.5 jam.

Keamanan

Bicara tentang keamanan berkendara mapupun kejahatan kriminal seperti begal, dan rampok, sama sekali tidak ada. Memang faktanya demikian, Sulawesi benar-benar sangat aman untuk dinikmati dan kita tidak perlu kuatir secara berlebihan. SL selalu menghindari jalan dimalam hari, selain tidak bisa melihat pemandangan, juga selama berkendara di Sulawesi tidak terburu-buru. Rata-rata SL.com berkendara dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga sore hari. Santai tapi pasti.

Berkendara dimalam hari hanya untuk beberapa rute tertentu saja dan jarak tempuhnya memang sangat jauh sudah melebihi 350 km seperti dari Parigi ke Marisa (hari ke-12), dari Lolak ke Buol (hari ke-23), dan dari Palu ke Mamuju (hari ke-26) yang mana pada sore harinya turun hujan. Artinya, perjalanan malam memang sudah tidak bisa dihindari, dan terpaksa riding malam hari tetap dilanjutkan pasalnya tujuan kota untuk menginap memang belum tercapai.

Tempat Makan

Tingkat keramaian lalu-lintas perjalanan selama di pulau Sulawesi bisa dikatakan belum telalu ramai dibandingkan dengan pulau Sumatera dan Jawa, sehingga untuk menemukan warung makan tidak seperti di Jawa ataupun Sumatera. Warung makan tetap ada, hanya saja tidak banyak pilihan dan beruntung SL sangat menyukai makanan khas Sulawesi dengan lauk ikan lautnya. Harganya pun relatif sedang antara Rp. 15 – 25 ribu dengan porsi nasi yang banyak sekali.

Sulawesi sudah tidak begitu sepi, sudah banyak pengguna sepeda motor yang berlalu-lalang di setiap sudut jalan. Misalnya, saat SL masuk kawasan hutan lebat Gunung Tinombala antara Kota Toli-Toli ke Palu via Pantai Timur (hari ke-25), yang semula dianggap sepi atau jarang kendaraan tetapi ada juga satu-dua sepeda motor yang lewat. Hanya saja, tidak ada warung makan demikian pula tidak ada rumah penduduk di kawasan hutan lindung ini. Beruntung SL lewat kawasan hutan ini antara pukul 09.30 hingga 11.30, dan ketika pukul 12.00 pada jam makan siang sudah berada di Tinombo jalur Trans Sulawesi Pantai Timur yang ramai kendaraan dan rumah penduduk.

SPBU Pertamina

Ketersediaan SPBU Pertamina sudah merata hadir disetiap kota kabupaten dan bisa dibilang sudah banyak. Hanya saja ada dibeberapa daerah tertentu suplai BBM ke SPBU terlambat sehingga pembelian BBM harus antri. Yang paling sering ditemui adalah konsumen BBM Premium yang mengantri, dan tenu saja BBM Pertamax menjadi pilihan selain cepat dan juga motor Suzuki Inazuma bermesin dua silinder lebih tepat mengisi BBM Pertamax.

Singkat kata motor Inazuma yang dipakai SL ini tidak ada masalah dengan BBM. Adalah menjadi kebiasaaan SL untuk selalu mengisi full tank dan ketika jarum penunjuk BBM sudah setengah maka BBM kembali diisi full tank. Saat finish tiba dirumah, SL melakukan perhitungan sesuai dengan Nota BBM yang diminta setiap kali pengisian di SPBU, yaitu jumlah total rupiah BBM = Rp.1.682.000,- (variasi harga BBN pertalite, pertamax dan premium), sedangkan total jumlah liter yang diminum Inazuma = 207,867 liter untuk jarak tempuh 6.015 Km (1 liter = 28.9 Km).

Penginapan

Masalah penginapan sama sekali tidak masalah. Hampir di semua kota yang dilewati SL sesuai data tersebut diatas tersedia penginapan untuk beristirahat memulihkan tenaga agar esok harinya bisa kembali melakukan perjalanan. Sebutan penginapan ini sangat bervariasi, ada yang namanya losmen, wisma, hotel ataupun home stay dengan harga kamar antara Rp. 90 ribu hingga Rp. 250 ribu per malam.

Kapal Ferry Penyeberangan

Sepeda motor Suzuki Inazuma bermesin 248cc (sesuai STNK) masuk dalam kategori dibawah 250cc. Hal ini perlu ditegaskan ketika motor hendak diangkut dengan Kapal Laut antara Surabaya ke Makassar maupun sebaliknya, masalahnya tarip angkut sepeda motor bermesin dibawah 250cc adalah Rp. 500,000.- sedangkan bermesin diatas 250cc adalah Rp. 900.000,-. Sedangkan tarip angkut untuk pengendara dan boncengan adalah Rp. 320 ribu per orang.

Sayang jadwal kapal motor ini tidak setiap hari, hanya tersedia seminggu dua kali. Untuk kapal motor (KM) dari Surabaya ke Makassar, kami menggunakan jasa ekspedisi FarhiyaTrans.com, sedangkan untuk pulang dari Makassar ke Surabaya menggunakan jasa PT Dharma Lautan Utama. Sebelum menuju ke pelabuhan, SL lebih dulu membuat janji melalui telepon, agar waktu keberangkatan dapat dikondisikan sesuai jadwal kapal.

Pengalaman naik KM Kirana IX dirasakan oleh SL dari Makassar menuju Surabaya. Petugas memintas kedatangan SL dengan motor hari Jumat 25/3 jam 07.00 WITA. Namun KM Kirana IX baru tiba dan bersandar di Pelabuhan Makassar pukul 08.00 dan berangkat pukul 12.00 WITA. Perjalanan 30 jam, dan KM Kirana IX sudah tiba di sekitar utara Pulau Madura hari Sabtu, 26/3 jam 18.00 WIB. Sayang sekali, karena dermaga penuh maka KM Kirana IX harus menunggu dan parkir di Teluk Gresik selama 6 jam. Setelah pukul 24.00 kapal bergerak, dan pukul 01.00 hari Minggu 27/3 kapal sudah berlabuh di dermaga Tanjung Perak Surabaya.

SL keluar dengan motor meninggalkan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 01.45 subuh dan setelah itu mencari penginapan. Bandingkan dengan perjalanan naik pesawat terbang, dari Surabaya ke Makassar dan sebaliknya sekitar Rp. 450 – 500 ribu dengan waktu tempuh 1.5 jam.

Sambutan hangat klub, komunitas dan privateer

Perjalanan Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pp 6.000 Km memiliki banyak cerita menarik, salah satunya yang tak diduga adalah sambutan hangat yang diberikan dari anak motor di setiap kota yang dilewati. Sesuai dengan misi yang ingin dicapai, ternyata solo touring ini terbukti menyapa para biker di Sulawesi dalam rangka mempererat persaudaraan dan persatuan anak bangsa Republik Indonesia.

Hampir semua biker Sulawesi yang menyambut sebelumnya memang tidak pernah bertemu dan belum pernah berkenalan sebelumnya, tetapi mereka datang secara spontan untuk mencegat dan setelah itu menjamu sekaligus menawarkan penginapan. Sekali datang ke Sulawesi menjadi saudara, itulah moto yang diberikan oleh para biker Sulawesi.

Semula disebut solo touring tetapi ketika sampai di sebuah kota malah mendapatkan teman baru, dan mereka ini benar-benar telah membantu dengan tulus dan iklas. Terima kasih banyak buat mereka yang telah berjumpa dan berkenalan selama di Sulawesi dan mohon maaf yang sebesar-besarmya jika tak dapat memberikan balasan.

Kerjasama dengan Perusahaan

Perjalanan Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pp 6000 Km ini mendapat dukungan dari beberapa perusahaan melalui sebuah kerjasama, sekaligus menguji produk-produknya antara lain:

  1. PT Suzuki Indomobil Sales mendukung kegiatan ini yang sekaligus membuktikan performa sepeda motor Suzuki Inazuma GW250 sebagai raja motor sport touring jarak jauh yang menawarkan kenyamanan berkendara dengan mesin dua silinder yang powerfull. Hebatnya, Inazuma terbukti zero trouble, dan tidak rewel, malah sebaliknya bandel.
  2. PT. Federal Karyatama (FEDERAL OIL) memberikan pelumas baru Federal Racing 10W-40 untuk dijajal sejauh 6.000 Km. Pemakian oli hanya sekali ini membuktikan ketahanan pelumas dalam negeri tetap joss menempuh jarak 6.000 Km, sementara penggantian oli baru dilakukan pada jarak tempih 6.350 Km setelah finish dirumah.
  3. PT Michelin Indonesia turut berpatisipasi dengang pembuktian sepasang ban Michelin Pilot Road 4 yang sebenarnya sudah teruji tidak ada masalah pada beberapa ajang touring sebelumnya dan sekarang ditambah lagi dengan touring Lintas Jawa-Sulawesi sejauh 6.000 Km. Alhasil ban Michelin PR4 yang masih dipakai Inazuma ini sudah mencapai jarak sejauh 20.000 Km lebih dengan catatan tidak pernah ada masalah atau kendala sedikitpun.
  4. PT Sinergi Ventura Pratama menyediakan berbagai macam kebutuhan gear and apparel yang siap dipakai selama perjalanan. Salah satu produk favoritnya yaitu Jaket RESPIRO Edisi Nusantaride dimana selama 32 hari jaket tersebut selalu dipakai tidak pernah dicuci ataupun dibersihkan.
  5. Cargloss Proriders menyediakan helm SIRCON Cargloss Premium yang setiap hari dipakai selama 32 hari untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan berkendara tanpa ada kendala sedikitpun.
  6. PT GIVI Indonesia melalui produk box GIVI E45 serta sepasang side box E22 menjadi bukti nyata bahwa perjalanan touring benar-benar semakin nyaman dan aman jika rider menggunakan box berkualitas. Bagusnya box GIVI yang terpasang di motor Inazuma ini awet, tidak pernah lepas dan tetap tetap menempel walaupun melewati motor digas hingga 125 km/jam juga melintas jalan-jalan rusak.
  7. Tak ketinggalan produk dari 7Gear, Kucay Lampung, Autochem Industry juga turut berpatipasi dengan beberapa produknya yang selalu dipakai dalam perjalanan Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi 6.000 Km.

6 thoughts on “Solo Touring Lintas Jawa-Sulawesi pp berjarak 6.000 Km tuntas!

  1. warbiyasakk ni om !!

  2. jay putra sampit says:

    Bravo bang, trims sdh mau mampir di basecamp ane

  3. Bro jelybean says:

    Keyyyeeeen 6000 km… apalagi pake Innazuma benar2 tangguh. Sepeda motor spesialis touring. Searching Innazuma…

  4. budiharjo says:

    Wah jos om.ayo om solo touring 3 zero km indonesia surabaya-kupang- rote-atambua lanjut aceh lagib

  5. Bang SL, tolong dirilis artikel brp rincian total biaya yg dikeluarkan lama tour ke sulawesi. Soalnya ane ada rncn mo tour ke sana akhir tahun ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *