Tips ban motor, gunakan satu set merek yang sama (depan-belakang)

DSC_0606

Biker banyak yang salah kaprah soal penggunaan merek ban motor, ban depan dipilih merek A dan ban belakang di pilih merek B. Berbeda merek tentunya karakternya juga berbeda, walaupun fungsinya sama untuk ngaspal. Disini ada pengalaman berharga dari Bro Arifin Maulana sebagai pengguna Suzuki Inazuma GW250, ia sempat pakai merek ban berbeda dan dijajal di Sirkuit Sentul dan hasilnya ia crash (jatuh).

Bro Arifin Maulana adalah member ION (Inazuma Owner Network), sebelum ia turun ke Sentul di di ajang Fun Race Suzuki sebenarnya temannya sudah memberikan saran agar ia mengganti ban depannya. Masalahnya ban Michelin Pilot Road 4 (disingkat Michelin PR4) sudah terpasang di motornya, tetapi ban depannya masih melekat dengan merek lain.

“Ban belakang merek Michelin PR4 ukuran 160/60-17 sudah saya pakai 3 bulan lebih, banyak perubahan pada saat pemakaian dijalan, rasanya saya sudah lebih pede dibandinkan dengan ban yang saya pakai sebelumnya. Mungkin karena type ban ini sudah radial jadi saat melakukan cornering ban lebih ngegigit ke aspal yang memang di peruntukan untuk motor-motor moge,” katanya kepada StephenLangitan.com.

Kemudian Bro Arifin bercerita bagaimana pengalamannya di bulan Desember 2015 yang lalu dimana ia menguji adrenalin melalui ajang Fun Race Suzuki. Ia bersama rekan-rekan pengguna Inazuma yang tergabung dalam ION Racing menjajal sirkuit Sentul dalam Grand Final Suzuki Indonesia Challenge 2015.

DSC_0651

“Sayangnya ketika itu ban depan ban motor saya masih menggunakan merk tetangga, dengan sangat berat hati saya harus tetap ikut fun race dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, dari pagi sampai siang kawasan Sentul diguyur hujan deras, dari dalam hati ini sudah ada perasaan tidak pede karena ban depan belum di ganti dengan type radial,” ujar Bro Arifin.

“Saat start saya memacu motor saya dengan kecepatan tinggi pada tikungan pertama dan kedua saya sudah merasakan feeling yang tidak enak pada ban depan saya dan akhirnya saya slip pada tikungan ketiga dikarenakan saya terlalu memaksakan miring ke kanan untuk mengambil posisi dari dalam yang pada akhirnya crash,” cerita Bro Arifin.

Nah, dari pengalaman ini akhirnya Bro Arifin memutuskan untuk mengganti ban depan dengan merek Michelin PR4 ukuran 120/60-17, artinya menjadi satu merek dengan ban belakang.

Alasannya? “Ya, karena kejadian crash itu maka sebaiknya memakai ban Michelin PR4 satu set (depan-belakang) karena saya sudah membuktikan pada ban belakang yang tetap ngegrip walau kondisi basah atau kering,” ujarnya lagi.

Setelah ia mengganti ban satu set dengan Michelin PR4, maka ia kembali pede dan berani melakukan cornering baik di jalan kering maupun basah dan hasilnya sangat stabil pada kondisi basah. Sejak dari pengalaman crash di Sentul, maka iapun memberikan saran/tips kepada teman-teman biker yang lainnya agar selalu mengggunakan satu set merek ban yang berkualitas (sama merek depan-belakang), tujuannya agar riding-nya menjadi lebih pede, aman dan nyaman.

DSC_0666

Bagaimana kalau dibawa turing? Menurut Bro Arifin, Michelin PR4 kalau dibawa touring kondisi ban sangat baik.

“Sempat saya membawa touring ke Teluk Kiluan baru-baru ini di awal Januari 2016, saat berangkat dan pulang selalu di guyur hujan dengan kecepatan tinggi dan rem mendadak kondisi ban pun masih tetap stabil dan mengigit aspal tidak membuang kekanan ataupun kiri. Overall untuk kualitas ban Michelin PR4 ini sangat recomend buat kawan-kawan yang suka memacu adrenalin di tikungan maupun yang suka melakukan touring jauh dengan keadaan jalan basah atau kering.

Catatan:

Ban motor merek Michelin tipe Pilot Road 4 kini mulai digemari oleh para biker di Indonesia. Ban ini secara resmi diluncurkan oleh PT Michelin Indonesia pada bulan April 2015 lalu (artikel launching) dan faktanya sudah banyak pemilik moge berbagai klub maupun privateer yang sudah menggunakannya.

photo by: Angga Kosong Sepuluh
fb: Kosong sepuluh

DSC_0616

One thought on “Tips ban motor, gunakan satu set merek yang sama (depan-belakang)

  1. […] Usai balapan ada banyak cerita diantara sesama anggota ION Racing pasalnya balapan singkat ini menghasilkan cerita seru karena ada rider yang slip dan terjatuh di R3. Akibat insiden ini nyaris 5 pembalap dibelakangnya ikut terjatuh. Uniknya biker yang jatuh ini punya alasan dan cerita sendiri yang dapat dibaca pada artikel ini. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *