Tanggal 16 s/d 20 Juli 2008 adalah waktu yang singkat sekali untuk berkunjung sekaligus berwisata ke daerah Minahasa Sulawesi Utara, Indonesia. Minahasa, maupun provinsi Sulawesi Utara ini dikenal sebagai salah tempat wisata bagi para turis asing maupun domestik.
Minahasa adalah wilayah dataran yang tepat berada di ujung kepala Pulau Sulawesi. Untuk mengetahui apa itu Minahasa silahkan link Wikipedia Minahasa.
Saya beruntung, Honda-Tiger Revo milik brother bro Jero Rooroh dari AHTS (Asosiasi Honda-Tiger Sulawesi Utara), yang terdaftar sebagai anggota HTML (Honda-Tiger Mailing List) bersedia memimjamkan motornya. Ini menjadi kemudahan buat saya berkeliling disekitar Kota Tomohon. Kota ini berada 30 km arah selatan dari Kota Manado ibukota provinsi Sulawesi Utara.

Peta Minahasa, Sulawesi Utara
Ketika saya meninggalkan halaman parkir Sam Ratulangi International Airport, terlihat jelas sebuah baliho dengan tulisan “Bersama Kita Sukseskan Tomohon Flower Festival 2008, 28 Juni s/d 6 Juli 2008″.
Memang, Kota Tomohon baru saja punya hajatan besar ketika saya tiba di Manado, sayang saya tidak keburu menyaksikan acara flower festival tersebut yang dipopuler disingkat TOFF, artinya “Tomohon Flower Festival”.

Baliho di Sam Ratulangi International Airport
Usai menyelesaikan urusan di Manado sesuai jadwal maupun janji pertemuan, selanjutnya saya menemui rekan-rekan AHTS (Asosiasi Honda Tiger Sulawesi Utara), dan juga HTML (Honda-Tiger Mailing List) yang berada di Manado.
Acara pertemuan ini bertempat di Blue Fix Cafe Boulevard Manado.
Sementara menunggu rekan-rekan dari AHTS ini saya menyaksikan beberapa tamu cafe, baik dalam kelompok maupun yang lagi berduan disetiap sudut cafe sedang sibuk melototi notebook-nya masing-masing, dan saya yakin jika mereka sedang on-line alias ber-internet ria.
Untuk cerita khusus pertemuan dengan AHTS dan HTML Manado dapat dilihat ke halaman ini.

Blue Fix Cafe Boulevard Manado

Logo pada jaket diatas mungkin sedikit membuat orang bertanya jika ada rekan-rekan yang mengerti dari dua nama besar tersebut (HTML dan HTCI). Tapi, apa yang ingin ditonjolkan disini adalah “Spirit of Brotherhood“, yang penting semua adalah brother (bersaudara).
Orang Minahasa sejak dulu memang punya kebiasaan menyebut semua orang, sekalipun orang tidak dikenal dengan: “torang samua basudara”.
Jadi, mau apalagi? Mangkanya wilayah Sulawesi Utara ini selalu aman, damai dan bebas dari konflik. Semua dibilang saudara.. asyik juga tuh!

Bro Jero Rooroh dengan Honda Tiger Revo 2008
Bro Jero Rooroh yang telah membantu saya dalam hal komunikasi ketika saya akan menuju ke Manado. Brother inilah yang mengatur sekaligus berkoordinasi dengan semua brother AHTS dan HTML di Manado, sehingga acara saya di Manado menjadi luar biasa dan berkesan.
Hanya dengan Honda-Tiger Revo milik Bo Jero, saya bisa berkeliling Kota Tomohon dan sekitarnya.

Rumah Makan Heng Mien Tinoor
Pukul 20.00 WITA saya meninggalkan Manado. Saya mengendarai Honda Tiger seorang diri menuju Kota Tomohon yang dikenal masyarakat Sulut sebagai jalur pegunungan, udara dingin, sering hujan atau berkabut, penuh dengan tikungan tajam, berhutan gelap, sepi penduduk, maupun sepi dari kendaraan umum yang melintas.
Ketika saya sampai disekitar di daerah Tinoor, saya berhenti sejenak tepat dimuka Rumah Makan Heng Mien memikirkan urusan perut yang terasa sudah lapar. Saya tau kalau RM ini menyediakan makan sepuasnya, artinya dengan satu porsi nasi, pengunjung sepuasnya mengambil lauk-pauk.
Niat saya makan malam di RM Heng Mien urung karena perjalanan ke Tomohon tidak jauh lagi, butuh 20 menit lagi, apalagi ini naik motor. So dekat, begitu pikir saya.

Kinilow Tomohon
Tak lama kemudian akhirnya saya sampai juga di Kota Tomohon yang sedang gerimis.
Desa Kinilow sebagai pintu masuk Kota Tomohon sedang berkabut tebal. Saya pikir-pikir mau ganti jaket hujan atau tidak. Karena kabut ini hanya sebentar saja maka saya pun berhenti untuk ambil foto baleho “Tomohon Flower Festival” yang berada dekat kolam renang Kinilow.

Penunjuk arah di muka Rumah Sakit Bethesda Tomohon
“Rumah Sakit Bethesda Tomohon” adalah patokan saya untuk berhenti di pusat Kota Tomohon. Saya pun segera mengangkat HP menelpon istri yang sudah 2 minggu lebih dulu datang ke Tomohon. Saya ingin memastikan dulu persinggahan saya berikutnya.
Kebetulan di Kota Tomohon ini, saya memiliki banyak tempat tujuan yang memberi kemudahan bagi saya dan keluarga dalam rangka berlibur atau pulang kampung. Ada beberapa tempat yang bisa menjadi pilihan tujuan, mau sekedar cari makan atau menginap, antara lain di Matani 2, Matani 3, Walian, Kolongan, Kaaten, Sarongsong, Woloan maupun sampai ke Lolah atau Tanawangko.
Dalam percakapan telepon dengan sang istri, akhirnya dia memberi petunjuk agar saya ke arah Woloan 2 untuk bermalam. istri memberikan godaan jika ingin berduan, segera meluncur ke Woloan 2 dimana ketika itu dia sedang berada. Waduh.. udara dingin Tomohon jangan sampai dilewatkan kalau urusan pribadi ama istri.. hehehe..:-) mantap dah!
WOLOAN

Rumah Kel. Zeth Poluan-Siwih, Woloan II
Koordinat lokasi N. 01°.19′.05.1″ E. 124°.48′.35.1″
Inilah foto rumah di Woloan 2 ketika itu di pagi hari hujan sangat lebat membuat saya sedikit terusik dari kenikmatan tidur. Beruntung tidak ada kebocoran maupun gangguan lain akibat hujan lebat ini, namun udara dingin membuat saya saling berebut selimut dengan istri.
Usai beristirahat, saya pun beranjak bangun dan melangkah keluar rumah melihat situasinya Woloan seperti apa.
Foto dibawah ini adalah warga Woloan 2 sedang yang sedang berjalan kaki bersama untuk melakukan aktivitas berkebun. “Dorang mo pigi kebong” begitu ujar istri saya. Ketika saya mengambil foto ini, mereka masih menoleh kebelakang kearah saya seakan-akan masih bertanya, siapakah gerangan tamu yang sedang mengambil foto ini? Sapa lei dia ini.. pe ganteng eh… hehehehe..:-) Dorang bahoba pa qita.. kiapa dang tanta?


Suasana Woloan II
Foto diatas sekedar menggambarkan suasana alam dan lingkungan Woloan 2 Tomohon yang masih mendung dan habis turun hujan yang katanya hujan di Tomohon sering tanpa kompromi, artinya tidak ada musimnya yang bisa diramal.
Sedangkan foto dibawah, adalah anak laki-laki saya yang masih berusia 5 tahun sedang tidur lelap merasakan nikmatnya udara sejuk dan dingin Woloan 2 ini.

Suhu dingin membuat tidur pulas
Usai sarapan pagi dan menjelang pukul 10.00 WITA saya pun seorang diri mulai menjelajahi Kota Tomohon dengan mengendarai motor Honda Tiger.
Istri dan anak tidak ikut serta karena mereka sedang pakai mobil untuk menyelesaikan berbagai keperluan atau urusan keluarga selama berada di Kota Tomohon.

Industri Rumah Kayu Woloan
Daerah Woloan sangat dikenal sebagai industri “Rumah Kayu Minahasa” yaitu memproduksi Rumah Adat Minahasa yang menjadi salah satu ciri khas dari Woloan.
Semua rumah kayu diproduksi dan langsung dibangun di kawasan industri Woloan ini. Artinya, calon pembeli nantinya hanya tinggal pilih, mau model yang apa yang disukai, jumlah kamar berapa yang diiginkan, dan luas bangunan berapa, serta harga yang cocok. Semua pilihan dapat dilihat langsung dari rumah kayu yang masih utuh. Setelah pembayaran atau tanda jadi pembelian, maka rumah tadi dibongkar dan selanjutnya dikirim, serta dipasang kembali sesuai dengan lokasi si pembeli.
Yang menarik, ketika ada pembeli datang dari Jakarta dan pembeli ingin rumah kayu ini di bawa ke Jakarta, maka urusan tukang bongkar dan tukang pasang rumah ini harus menjadi tanggungan pembeli, termasuk biaya transportnya pulang-pergi Manado-Jakarta. Jadi, bisa dibayangkan berapa besar ongkos yang harus dikeluarkan oleh pembeli? Jangan berharap rumah kayu ini jadi lebih murah, tetapi sebaliknya bisa mahal karena kepercayaan bongkar dan pasang harus dari para pekerja Woloan yang sudah diakui keahliannya.

Rumah panggung dari kayu ciri khas rumah Minahasa
Foto dibawah adalah pemandangan kawasan industri Rumah Kayu Woloan yang dijejer rapi menunggu calon pembeli. Arah pemandangan gambar dibawah adalah menuju Kota Tomohon dengan latar belakang Gunung Mahawu sebelah kiri, dan Gunung Masarang yang tertutup awan.
Sedangkan disebelah kiri dari tempat saya berdiri, bisa disaksikan Gunung Lokon namun foto tidak diambil karena ketika itu Gunung Lokon sedang tertutup dengan kabut tebal.

Barisan rumah kayu Woloan yang siap dipilih calon pembeli
KANTOR WALIKOTA TOMOHON DI WOLOAN
Gedung kantor walikota ini masih baru. Terletak di Woloan dibelakang kawasan industri rumah kayu. Sudah ada jalan tembus antara Wolan dan Walian melewati kawasan perkantoran walikota ini. Yang membuat saya heran, lahan tanah di sekitar kantor walikota ini masih kebun jagung, tapi harapan saya kiranya penataan kantor pemerintah Tomohon sesuai dengan master-plan.

Kantor Walikota Tomohon baru dibangun di Woloan

Sekitar Kantor Walikota Tomohon masih respi
MATANI
Selesai Woloan, saya bergerak menuju daerah Matani yang saya kenal sebagai kampung halaman dari Opa-Oma dari pihak bapak saya. Sebuah patung tua berdiri dan dibawahnya adala tulisan dengan Bahasa Tombulu. Ini adalah bahasa adat Minahasa dan sayang generasi sekarang, maupun orang Minahasa perantauran sudah tidak lagi menggunakan Bahasa Tombulu ini.
Lokasi patung ini dikenal sebagai pertigaan kota besar di Minahasa, yaitu arah utara ke Manado, arah timur kota Tondano, sekaligus Danau Tondano, dan arah selatan ke Kawangkoan, Amurang dan terus ke arah Gotontalo.

Patung Tololiu Tua di Matani I (pertigaan Tondano-Kawangkoan)

Tulisan Bahasa Tombulu
2 foto yang dibawah ini hanya 150 meter dari patung tadi.
Saya berhenti didepan rumah yang dulunya dikenal orang-orang Minahasa sebagai pemilik “Transport Idam”. Ceritanya, tahun 1960 s/d 1970-an ada beberapa VW Combi tua yang melayani transportasi bagi orang Tomohon menuju Manado.
VW Combi ini dikenal dengan tulisan “Idam”, yang tidak lain dia adalah saudara sepupu saya. Orang tua idam, yaitu Kel. Rotikan-Langitan sudah almarhum dan keluarga ini masih meneruskan usaha transportasi, tapi kini hanya dengan angkot sesuai aturan Organda Dephub dan Pemda setempat.

Matani II

Rumah Kel. (Alm) Dore Rotikan-Langitan, Matani II
Foto dibawah ini dikenal sebagai Matani 2. Saya mengambil foto dari depan rumah Kel. Pengemanan-Langitan.
Perempatan Matani 2 ini dulu dikenal sebagai perempatan tukang jahit Langitan. Tapi tampaknya sang penerus dari tukang jahit Langitan sudah mulai hilang dimakan waktu.

Perempatan Matani II (kiri ke Matani III dan Walian, kanan ke Pasar Tomohon)

Foto di depan rumah Kel. Welly Pangemanan-Langitan

Matai II dengan view ke arah Kaaten

Bendi ciri khas Kota Tomohon
MATANI 3
Dari perempatan Matani 2 ke arah Stadion Tomohon, saya masuk kawasan Matani 3 sebagaimana yang terlihat pada foto-foto dibawah. Inilah lokasi yang penuh kenangan, sewaktu saya bertemu dengan sang-kekasih dia tinggal di sekitar ini.
Dilokasi ini ada gereja GMIM Nazareth untuk pemberkatan nikah saya dengan mantan pacar, dan juga ada Wale Megra sebagai rempat resepsi.
Hanya 200 meter dari rumah mantan pacar, ada sebuah Panti Asuhan Kristen “Nazareth” milik GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa). Panti asuhan ini sering kedatangan tamu dari luar negeri, jadi tidak heran jika melihat beberapa orang asing atau orang bule ditempat ini.

Matani III Lingk. 8, Kel. (Alm) Pitoy-Pondaag dan Kel. Richie Pitoy-Lompoliu
Koordinat lokasi N. 01°.18′.54.9″ E. 124°.50′.29.7″

Panti Asuhan Kristen Nazareth, Matani III
SUNSET DI MATANI

Sunset di Matani I

Pertigaan Patung Tololiu Tua di Matani I
WALIAN
Rumah yang ada difoto bawah, terletak tepat dibelakang Stadion Tomohon dan dibelakang Sekolah SMA Negeri 1 Tomohon. Rumah kayu dan dipadukan dengan rumah tembok pada bagian belakangnya. Rumah ini rasanya seperti Villa di Puncak yaitu sebagai tempat peristirahatan buat saya dan keluarga jika kami pulang ke Tomohon.
Tempat ini sangat sepi, kecuali pada jam sekolah terdengar suara anak sekolah dalam kegiatan belajar-mengajar. Viewnya ke arah Gunung Lokon, Gunung Mahawu dan Gunung Masarang. Karena lokasi ini pas berada dibelakang stadion, sering kali pertandingan bola dapat dinikmati hanya dari teras atas rumah ini.


Rumah Kel. Langitan-Jocom, dibelakang Stadion/SMA Negeri 1 Tomohon
Koordinat lokasi N. 01°.18′.36.6″ E. 124°.50′.28.1″



View Gunung Lokon dari belakang Stadion Tomohon/SMA Negeri 1 Tomohon

Living Room Rumah Kel. Langitan-Jocom, Walian belakang Stadion/SMAN 1

Dingin. Butuh kehangatan.

Baparas.


Koordinat lokasi N. 01°.18′.42.8″ E. 124°.50′.30.2″ SMA Negeri 1 Tomohon
TANAHWANGKO – MANADO
Keluarga di Lolah mengundang saya dan keluarga untuk makan siang bersama. Kesempatan baik ini tidak saya lewatkan. Dengan mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh istri, saya dan keluarga meluncur dari Tomohon melewati Woloan, Tara-Tara dan akhirnya kami sampai di Lolah.

Bersiap ke Lolah, start dari Matani 3
Santap siang makanan asli Minahasa lengkap dengan dengan ikan laut yang segar, ditambah lagi minuman khas Minahasa, saguer semakin memantapkan suasana yang penuh akrab diantara kami sekeluarga.

Sajian masakan asli Minahasa

Minum Saguer plus Beer

Foto bareng dulu bersama Kel. Ferdy Gosal-Siwih
Ketika pulang atau balik ke Tomohon, saya putuskan rute perjalanan untuk berputar melewati Tanawangko selanjutnya jalan menyusuri pantai sampai ke Manado (rute bisa dilihat peta diatas). Pemandangan yang dapat dinikmati adalah hamparan laut Sulawesi dan Gunung Manado Tua yang terlihat dari kejauhan. Sebagai informasi bahwa lokasi wisata Bunaken terletak disekitar Gunung Manado Tua ini.

Rute Tanahwangko-Kalasey, terus ke Malalayang dan Manado
Perjalanan dari Tanawangko ke Manado dengan mobil sangat cepat, hanya 30 menit sudah sampai di kota Manado. Ketika itu saya membayangkan perjalanan jika naik sepeda motor dengan speed tinggi akan sangat nikmat, karena rute ini memiliki lebar jalan yang memadai, tingkat keramaian relatif sepi, dan badan jalan yang sangat mulus.

View Gunung Manado Tua dan wilayah Taman Nasional Laut Bunaken
Koordinat lokasi N. 01°.25′.35.2″ E. 124°.43′.33.5″ pantai Kalasey

View Gunung Manado Tua dan Bunaken (liat peta diatas, daerah yang diberi kotak)

Ruas jalan lebar dan mulus, rute Tanahwangko-Manado

View Kota Manado dari Malalayang II

View Gunung Manado Tua dari Malalayang II
KESIBUKAN PASAR TOMOHON
Kembali ke Kota Tomohon, pada hari Sabtu pagi saya melihat kesibukan orang untuk kepasar. Setahu saya, biasanya pada hari Sabtu-Minggu keluarga-keluarga di Tomohon dan sekitarnya, banyak yang memiliki acara keluarga, seperti acara ibadah pengucapan syukur dari berbagai keperluan.
Acara ibadah pengucapan syukur ini selalu dilanjutkan dengan makan-makan, apapun materi dari ungkapan syukur ini, pihak tuan rumah akan menyediakan makanan untuk keluarga, maupun tamu yang hadir. Oleh karena itu, Pasar Tomohon pasti bakal ramai dikunjungi orang berbelanja.
Foto-foto dibawah ini adalah beberapa sudut gambar yang berada disekitar Pasar Tomohon.

Siap dijual: dari Kolongan menuju Pasar Tomohon

Situasi Pasar Tomohon


Tinggal pilih, kong toki..

Pasar Tomohon dikunjungi banyak turis

Ikan Cakalang Fufu

Ular Piton juga tersedia

Pedagang di pasar Tomohon
PASLATEN & KAMASI

Taman Kota Tomohon, Kamasi

GMIM Maranatha di Paslaten Tomohon
TERMINAL TOMOHON

View Gunung Lokon dari Terminal Tomohon

Terminal Tomohon tertata rapi
MENUJU KAKI GUNUNG MAHAWU & MASARANG, ARAH RURUKAN
Sebenarnya saya ingin mendaki Gunung Mahawu karena informasi yang diperoleh, kalau kita berdiri di puncak gunung akan dapat melihat berbagai sudut pemandangan, antara lain view ke utara Kota Manado dan Bitung, bahkan kalau cuaca cerah pemandangan bisa tembus sampai ke gugusan pulau Sangihe Talaut. Pemandangan ke timur adalah lautan Selat Maluku. Pemadangan ke arah selatan adalah Danau Tondano. Pemandangan ke arah barat Tanahwangko, Amurang dan laut Sulawesi. Tapi, sayang mengingat waktu yang sempit akhirnya tujuan ini tidak kesampaian.

Jalan menuju Gunung Mahawu dan Rurukan

View Kota Tomohon dari perjalanan ke Rurukan

Trek menuju puncak Gunung Mahawu

View Gunung Masarang

Koordinat lokasi N.01°.20′.22.0″ E. 124°.52′.08.7″ kaki Gunung Mahawu
Tapi bagaimanapun juga, saya cukup menikmati pemandangan dari kaki Gunung Mahawu dengan latar belakang Kota Tomohon dan Woloan yang cukup jelas.
Mudah-mudahan pada perjalanan lain waktu, puncak Gunung Mahawu bisa dilaksanakan.

The End.
Related post: “Wajah2 Bikers Manado Sulut”
Related posts:











@Ina, ya silahkan saja kalau mau dipakai buat tugas kuliah. Semoga sukses ya..
Dear Bapak Stephen,
Pak, saya minta ijin untuk menggunakan foto2 bapak untuk tugas kuliah (Studio Perencanaan Kawasan Wisata), yang kebetulan studi kasusnya adalah Tomohon.
Terima kasih sebelumnya Pak.
Regards.
Inayatul Ilah
Kalau ini blm pernah ke sana nih…
boleh buat panduan dan pengalamannya deh…
Bagus sekale cerita dan photo-photonya Om….
Torang dari lahir so diperantauan, cuma sesekali bale kampung di Manembo-nembo deng Kaima Kauditan..
Torang pecita-cita, suatu saat bisa keliling Minahasa deng sepeda…
Salam vor samua saudara-saudara di Minahasa…
Rgds,
Henry Pangemanan
@Grace, thanks ya.. I hope I can add some articles about Minahasa..
Btw, Pangemanan kan basudara deng Langitan juga.. hehehe..
Om Stephen, thanks udah sharing foto2x kota Tomohon, khususnya keluarga di Matani 1 . Mengingat kembali tanah leluhur dari opa & oma.
Saya tunggu gambar2x lainnya dari Kota Tomohon & sukses terus… GBU
Bro Adinegoro,
Boleh, ya silahkan saja asal jangan lupa sebutin sumber atau link URL-nya. Btw, BOSEKE itu sama dengan BOKE nggak sih? Dorang yang di Tomohon ada bilang sama? Hehehe…
Pak minta ijin ya utk dipakai fotonya di facebook utk group keluarga besar BOSEKE dari Woloan.. abis bagus2 sih gambarnya..he..he.. liputannya juga mantab.. boleh ya pak.. terima kasih..
hehehe,, makasih broer jimmy.. so pasti semua wilayah minahasa mo ta beking artikel2 menarik.. jadi sabar sadiki neh..
Bung Stephen,
Greatttt idea..! Bagus dan amat berguna. Sy pencinta travelling dan suguhan yang bung kreasi ini amat berguna untuk siapa saja, terutama ut tomohon dan warganya sendiri..Smoga terus dikembangkan karya bung….
Usul: kalau bisa sma lokon st. Nikolaus Kakaskasen II Tomohon juga bisa dimasukkan sebagai pelengkap kasana budaya dan pendidikan di Tomohon.
Juga tempat doa dan kebun raya mahawu amat sayang dilewatkan jika sedang berada di Tomohon…
Thanks dan sukses slalu.
okay silahkan Alen..
Minta ijin Unduh gambar Patung Tololiu……for …sharing Facebook,makasih sebelumnya
mantap pak stephen, tomohon memang kota yg indah. ada TOF, ada pawai bocah, baru 6 bulan lalu kita pindah dari tomohon ke sulawesi tengah. foto2 pak steven seperti ada putar film ulang tentang tomohon dimana kita ada bertugas selama 2 tahun 9 bulan dan tinggal di Kelurahan Tumatangtang depan gereja syalom. usul kalo bisa danau linow boleh juga, karena tahun lalu kami pakai utk kegiatan outbond a,l : flying Fox, dll… beking rasa mo pulang…nyanda dapa ungkapkan deng kata2. mudah2an kalo dp cuti pertengahan agustus kita mo singgah ulang…. makase jo. so panjang lebar
ok sipp deh.. so pasti!
salam kenal.bagaimana kalau liputanya brikut tempat wisata yang ada di minahasa? biar lengkap….kita tunggu trip brikutnya……..
waktunya so nyanda riki.. jam 4.00 so musti bale ke rumah, ganti baju jas mo ba-acara..
foto-fotonya bagus cuma masih ada yang kurang air terjun di kampung jawa, lahendong,danau linau atau tempat wisata lainya.
Ok Hanny.. so pasti itu.. sabar ya..
Syalom.
Broer Steve, kalau boleh dang tamba lagi view2 dari sakitar Tomohon; Kawangkoan, Langoan dst. Tq. sukses. GBU.
Ok Brur. Kalu bisa itu pemandangan dari Tinoor, kong dapa lia itu Manado sekitar nya ne, atau ambe gambar dari gunung Empung Kinilow ? Makase jo neh? GBU
Vicky, sabar ya.. so pasti ada! Tidak hanya Tomohon, tapi seluruh daerah Minahasa..
Salam,
Brur Steve, kapan lagi ada view2 yang baru dari kota Tomohon sekitarnya? Torang tunggu. Makase neh?
Sara, terima kasih commentnya.. silahkan di promosikan di jepang atau dimana saja, karena tomohon minahas sudah menjadi travel destination
wah…fotonya bagus banget.bikin ngiler aja,apalagi itu makanan,dan pemandangan gunung mahawu yang indah….salam dari yokohama japan.om..boleh nggak yah?foto-fotonya di promosi di japan.
@Joice,
ya semoga foto2 diatas dpt mengobati bagi mereka yg rindu akan kampung halaman..
Trim’s ya Pak Stephen so kase lia itu kota Tomohon. Kebetulan kita lia itu Foto di Matani II da dapa lia itu trg pe muka rumah, beking kita rindu mo pulang lagi padahal amper salalu pulang ke Tomohon. Memang Tomohon kota yang paling menyenangkan, dan dari segala sisi pemandangannya sangat asyiik. April kemarin kita baru pulang mar cuma sampe di Tonsea nda sempat pi Tomohon.
dapa inga pulang kalu kita lia tu foto2 tomohon padahal baru taon kamarin kita pulang kampung. kita tinggal di lolah. makase brur stephen.
buat ngoni orang minahasa coba kunjungi kita pe e-mail noldiwilliam@yahoo.com">pnoldiwilliam@yahoo.com atau alamat blog carpediem09.blogspot.
Mantap bro, ngana satu dari sedikit org yg bisa bercerita tentang Tomohon dan sekitar nya disertai dengan foto2. Moga makin banyak yang bisa bercerita tentang daerah kita agar lebih dikenal di manca negara
Kita pe oma dari sablah bokap kebetulan asal Tara Tara, jadi kita nda asing deng angko pe foto2. bekeng malele gidi2 da lia tu rw, patola deng cakalang … yummy
regards,
-musafir yg tinggal di Tiga Raksa, Tangerang-
Mantap bro, ngana satu dari sedikit org yg bisa bercerita tentang Tomohon dan sekitar nya disertai dengan foto2. Moga makin banyak yang bisa bercerita tentang daerah kita agar lebih dikenal di manca negara
Kita pe oma dari sablah bokap kebetulan asal Tara Tara, jadi kita nda asing deng angko pe foto2. bekeng malele gidi2 da lia tu rw, patola deng cakalang … yummy
musafir yg tinggal di Tiga Raksa, Tangerang
Brur, kalu sempat coba jalan2 ke lembah kaki gunung Empung perbatasan Tinoor Kinilow-Tinoor, dari dari bawah/kaki gunung Empung diatas Tinoor, bisa kelihatan kota manado, tanawangko, manado tua, bunaken, bandara samrat, pantai manado, gunung duasudara, gunung klabat. Lokasi ini bisa jadi tempat wisata yang mengagumkan. Semua bisa kelihatan tidak ada yang ketinggalan. Apalagi kalau malam hari, terang benderang cahaya lampu, sampe pesawat yang takeof-landing bisa kelihatan. Barangkali ini bisa jadi objek wisata yang bisa dijual. Hanya saja perlupembangunan sarana prasarana. Mungkinkah objek ini bisa jadi seperti objek wisata puncak di bogor,jawa barat? Perlu investor?
Brur jangan lupa foto2 nya. Miss It.
Kota Tomohon, Woloan dan Manado kenangan indah yang tak terlupakan seumur hidup, maunya sih tinggal di sana kembali ke kampung yang tenang, tapi kapan ya…..
Thanks Mr. Stephen.
Ado’e pe gaga skali do’e ngana pe promosi kota Tomohon nidia. NIlai A jo dang for ngana…hehehe…sukses trus ya
@Vicky Longdong,
Thanks sudah kasih tambahan info. Setuju kita lestarikan panorama dan wisata Minahasa.
Saya punya banyak rencana meliput beberapa wilayah Minahasa lainnya, pasti menyusul!
Editional Comment: Tinoor, di Tinoor (sebelah Timur) ada tiga buah air terjun, di Tinoor dikenal dengan nama “Tekaan Telu”. Pemandangannya bagus sekali, apakah sudah kadi tempat wisata resmi? Belum lagi ada pemandangan kearah kota Manado. Kalau siang hari kota manado kelihatan sangat indah sekali manado dengan pantainya dan manado tuanya, plus pemadangan perkebunan cengkeh sepanjang pegunungan dari manado ke Tinoor. Apalagi kalau malam hari, lampu2 kota Manado yang terang benderang, indah dan menarik sekali. Sayang belum dijadikan tempat wisata layaknya Bogor Puncak Cipanas, Jawa Barat. Mau wisata kesana, mau ikut bangun wisata tinoor-tomohon? Mari ………
Pemandangan yang indah. Terutama di Rurukan. Ingat acara pertemuan akbar Pemuda GMIM sekitar Tahun 1975. Ingin bertandang lagi ke Tomohon to Rurukan.
Sudah lebih bagus dari dulu kala, sudah benar2 menjadi tempat wisata. Apalagi kalau perhatikan Tomohon yang sama rata2 dengan Puncak di Bogog-Cianjur Jawa Barat. Rasanya ingin pulang langsung, tidak melalui Manado lagi (Jenuh Bosan di Jakarta yang note bene sama dengan Manado). Ya Kapan2 dengan keluarga tentunya. Semoga Tomohon dan Minahasa semakin dikenal orang luar Minahasa, semoga Sukses.
Terima kasih pak Presiden Prabowo.. semoga nama bapak tidak palsu..
Bagus banget infonya!
Kapan kang qt mo bale ka Tomohon…?? so rindu mo pi berenang di Kinilow deng bakudapa deng tamang-tamang disana e…
Salam kenal bro..
Mantap..mantap..senang skali da lia Tomohon so maju bagini, depe kantor Walikota lei so nda di Kaskasen kang.???…kiapa nda pigi di danau Linow dang bro disitu lei mantap yang qt tau…
Btw bro p spot ada foto tu patong Tololiu itu qt p muka rumah kalo nda salah ukur…hehehehe
aduh bagus skali tu gambar-gambr…eh dodo eh..! Pak steven nit MOHON injin ambil gambar2 tersebut data-data buat nit pe makalah profil budaya (utk kampus) deng data-data utk kunjungan nit pe teman-teman dari JKT yg hoby touring. kalau pak steven berkenan..bole kase akang info pa nit atau tepatny recom berupa contact person untuk acara sepeda gunung, panjat tebing, arung jeram, dan divin. kirim pa nit pe e-mail ne..kalau bole dalam waktu dekat ini ne..krn tmn2 jkt akan segera datang kunjungi sulut khususnya di tomohon. Atas bantuannya Tuhan Yesus memberkati. Bls cepat ne…(maaf ba paksa krn so mepet tu wktu)
senang mengenal anda pak Sten..
Mudah2an tu rumah2 di Woloan nyanda nae dp harga, so suka bli satu.
Qta Sanger, kelahiran Manado.
Mar, nimbole sangkal, Tomohon/Tondano memang mantap no.
Tahun ini agak bertepatan dengan WOC, Qta sekeluarga da mo liburan ke SULUT. Kebetulan paitua suka skali basnorkling deng mendaki, kurang Klabat deng G. Awu di Sanger blum. Mar, kali berikut ini mudah2an, kesampaian.
Tuhan sayang, bulan Mei ini mo pigi rasa ulang tu ikang fufu. Kalu RW stow so nyanda, kalu di Jerman, so kena pelanggaran itu e…
GBU, bagitu kwa.
adoe…
kita so kangen skali deng ta p kota woloan yang tercinta…
tolong dibanyakin lagi dunks foto orng woloannya…
plzzzzzzz
***lidya******
@Carlos,
“pulang jo..” ingat lagu yg dinyanyikan Tantowi Yahya.
@Ella,
silahkan copy paste foto yg dimaksud.
Aduh,,, so pe kangen deng woloan… so lama nya pulang,,,
ngeliat foto diatas jadi pgen pulang euy…
hehehe..
GOD BLESS MINAHASA
halo …
mohon ijin unduh foto board SMANTO nya ya
untuk keperluan groups di facebook
thanks
SLAMAT NATAL 25 DES 08 DENG TAONG BARU 01 JAN 09.ANGKO PE PERJALANAN PULKAM BEKING KITA LE DAPA INGA ULANG MO PULANG.SOALNYA AJUS KWA ORANG TOMOHON KINILOW MAR LAHIR DI KAYAWU.KITA SANDIRI PERNAH SKOLAH DI SMPN 1 TOMOHON. JA DAPA INGA DEPE SADAP DI TOMOHON KALU PAS ADA ACARA PASKAH ATO PESPARAWI.ITU KOMANG BARU DAPA RASA TU ORANG YANG MANGKAGE PULANG KA KAMPUNG. RIKI JADI RUPA BODOK BODOK DA LIA TU KAMPUNG YANG TERNYATA SO NDA SAMA DENG WAKTU DA SKOLAH DULU.TAMBAH LE CUMA DA BANATAL DENG TAONG BARU DI RANTAU. JADI TIAP KALI BUKA INTERNET KONG ADA SITUS MANADO/MINAHASA, JA DAPA RASA SO DI DEKAT SKALI NO TU KAMPUNG BIAR TU AERMATA JA MALELE.YAH MUDAH MUDAHAN MANADO DENG MINAHASA MO LEBE BAGUS DARI SKARANG DENG YANG PENTING TU ADAT DENG BUDAYA NYANDA MO ILANG ATO TA ROBAH.MAKASEH NEH BRUR.IO KOTE AJUS PE FAM “MATINDAS”.TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Greetings from Negri Blanda, to all Minahasan motorbikers!
Thanx for sharing all nice pictures of my parents’ birthgrounds. I’d rather not seen the rw dogs though; here in Holland we don’t think of dogs as food, but as best friends companions. So I cannot understand the custom of eating them… especially if you can eat ikan mas or saté kambing or bubur and pisang goreng, ayam paniki (from chicken) or tuturuga (made from beef)… You know, here people say Minahasan people always talk al lot about food… Do you understand why??? I guess I’m guilty of that so there must be some Minahasan left in me still.
Thank you for sharing and I hope you’ll find time to drop me a note on my motorbike website http://motortour.spaces.live.com
God Bless and drive safe!
lam kenal yeah…?
bos…..qta salut.. so liput tu qta p t4 kelahiran.
bos hoba akang qta p blog dunk….trus kritik n sarannya
mantap liputannya bos…. apalagi da lia tu pasar… rasa pulang kwa… makaseh neh..
Stephen,
Aku pernah ke Tomohan tahun 1988 dulu membawa rombongan Executives Caltex dulu , pada waktu itu kami diberi kesempatan untuk memutari Manado dalam 1 hari , termasuk lah Ke Tomohon ini kesan pertama adalah masyarakat Tomohon ini terutama yang ceweq pipinya merah karena dingin kotanya ya…kalo nggak salah ada sekolah Thelogia disini kan ? Kami turut menghadiri undanagn makan malam di kediaman pak Emman ( Holden ) di desa Sonders ….hawa nya saja bernuansa cengkeh, pada malam itu semua kesenian di Manado digelar diacara makan malam tersebut.
Pokoknya kalao Manado….heboh lah apalagi makanannya.dari Nasi Jaha , Ayam masak di Buluh..dll….ampe begok deh
Gile bagus Bener kalu Kesana ikutan dong……jangan lupa yeye
yup…
salut dengan tomohon. Jadi pingin pulang te…
Maso akang di qta pe blog
@ Robert Johannes,
Thanks for your comments. Sebetulnya waktu itu puncak Gn.Mahawu sudah dekat untuk dicapai. Tapi sayang sekali, waktunya tidak cukup, siang itu saya sudah ditunggu keluarga untuk acara resepsi. BTW, next trip saya akan naik ke Gn. Lokon, Mahawu dan Masarang. So pasti itu.
Salut!! bung usahanya untuk mempublikasikan Tomohon mudah2an tampilan berikutnya akan lebih yahut lagi dan jangan lupa kalau masih ada tampilan fotonya agar lebih jelas untuk foto gunung2nya seperti g. lokon, mahawu, dan masarang ok ? good luck !
@ Liliek,
Ingat dulu ngana di kampus? Pe banyak do jagoan2 dari MENWA.
Mar ngana ini dang MENWA yg lain.. menado-jawa.. hehehe..
Bakusedu neh’
@ Boss Arthur,
qt lei cuma ba tulis n bafoto, beking weblog, kong jadi..
boleh memang torang pe abang yg satu ini…..
update trus boss… supaya pengunjung tetap rame…
cheers,
Arts
Hi Stephen,
(
Bagus banget reportase nya…Torang 3 th yll pulang kampung, mungkin tahun depan mo kesana lagi..
Paitua habis beli kebun for kita di Tomohon juga, katanya sih di jalan tembus ke walikota,torang belum lia, cuma beli dari paitua pe tamang.
Torang pe anak basudara juga tinggal di Tomohon,Pdt Benhard Pangau,de pe maitua jg Pdt (Kartini Sumampow), kenal kah ?
Tahun depan kalo pulang pasti torang ke Tomohon,ta pe paitua dari Tonsea /Karegesan, kalo kita Jawa asli…papah Jogja, mamah Solo,masih kerabat dng keraton, tp anak2 so jadi Manado samua…
Ok dang,kapan2 sambung lagi neh…
Salam for samua dirumah. Tuhan memberkati
Tomohon memang so bagus.. so jadi priority of tourist destination selain Bunaken..
Bagus sekali website nya Stephen, good job…Tomohon benar2 kota idaman kota bunga
Memang benar Tomohan adalah tempat yang paling asyik kalo soal view.
Pokoknya asyik dech…Mo bilang cuaca….Tomohon paling asyik…
wheyyyyyyyyyy,gile bgt, aq org aslitomohon seneng bgt bs liat foto2 yg tdi,,,,,,
uhyyyyyy jadi kgn tomohon nhieeeeeeeee,
png bgt bsa blik lg k sna
…………………….
kyknya kota tomohon tmbh bersi nheeeeeeee
jaga trs y
kebersihannyyyyyyyyyyya.
@ Dona Paat,
Hurry back top your home town!
It’s nice and peacefull place..
Tomohon modern, so jadi Kota…
Btw, salam kenal juga, gabung di FB jo!
Stephen…met kenal ya??
makasehhh ya udahhh sharing kota Tomohon..yang solama skali ndak lia..
ada beberapa tempat yg di posting…duuhhh sangat bekesan dengan kenangan2 indah
back home….
again thax..
DonaPaat
Yth Bpk Johny,
Trima kasih atas responnya.
Lebih lanjut kita japri aja.
Email anda sdh dicatat.
Wow……..indah banget pemandangannya……ditambah lagi dengan arsitektur rumah adatnya.
Kalau boleh tolong kirim Foto2 rumah adat Minahasa lengkap dengan gambar denah, specifikasi dan harganya.
Bagaimana kalau kita bermitra saja ???? Thx
wuihh…
view nya keren banget …
hmmm…kapan bisa maen ke manado ya???
regard,
-darwin-