StephenLangitan.com Rotating Header Image

Perlukah punya alat GPS? (Global Positioning System)

GPS (Global Positioning System) pastilah bukan barang baru lagi. Malahan beberapa telepon selular terbaru sudah dilengkapi dengan feature GPS ini.

Apakah ini perangkat canggih?

Tidak juga! Ini adalah sebuah perangkat navigasi yang mengandalkan satelit yang dapat memberikan informasi tentang sebuah titik lokasi, yang diukur dengan koordinat, ataupun mengukur sebuah posisi ketinggian (latitude, longtitude dan altitude).

Bahasa gaulnya, GPS adalah sebuah perangkat penunjuk jalan agar kita tidak tersesat. Betul kan?

Apa kelemahan perangkat ini? Jika tidak ada satelit, alat ini tidak bisa bekerja alias blank, itu saja!

Artinya perangkat ini tidak bisa dipergunakan dalam ruangan atau dalam ruang tertutup, maka dari itu alat ini lebih cocok sebagai perangkat ‘outdoor’ yang harus ada di luar. Lebih bagus lagi, perangkat ini diarahkan ke langit terbuka untuk mendapatkan signal satelit secara cepat.

Apa yang ingin di-share disini, adalah pertanyaan sederhana ini, seberapa perlu sih perangkat GPS ini? Jika memang perlu, berapa sering perangkat ini dipakai? Mau dipakai apa dan dimana?

Mungkin pertanyaan-pertanyan itu yang harus dijawab lebih dulu. Tips saya, sebaiknya tanyakan dulu kepada rekan anda yang sudah punya perangkat GPS.

Biasanya pemilik GPS ini kalau ditanya tentang harga GPS-nya pasti akan semangat memberikan jawaban dan menceritakan secara detail.

Sebaliknya, coba ditanyakan seberapa perlu dia harus punya GPS? Jika dijawab perlu banget, coba tanyakan lagi, seperti apa dan contoh-nya yang sudah dilakukan dengan alat GPS tersebut?

Secara jujur saya katakan, bahwa perangkat GPS sangat cocok dan lebih tepat buat mereka para pelaku ‘outdoor’, pelaku adventure, penggiat alam, penggemar mancing di laut lepas, pendaki gunung, penjelajah ke alam yang belum pernah dituju, dan surveyor lapangan. Jika kita bukan salah satu dari mereka maka rasanya kita belum terlalu perlu memiliki GPS. Kecuali, jika kita mau alat ini jadi alat pajangan, ya silahkan saja.

Sebenarnya sudah banyak teman yang memiliki GPS dibeli dengan harga yang mahal, tapi pada akhirnya alat jarang dipakai, bahkan tidak pernah dipakai untuk kegiatan ‘outdoor’ sekalipun. Ya mungkin saja buat koleksi atau sekedar gaya.

Mobil modern zaman sekarang banyak yang dilengkapi GPS, so what gitu loh?

Pertanyaan konyol saja, apakah kita adalah orang yang mudah tersesat ketika melewati jala-jalan di Jakarta atau di kota-kota besar lainnya di Indonesia? Jika kita sudah tau seluk-beluk jalan di Jakarta, ngapain lagi perlu GPS.

Seorang teman pernah menunjukkan daftar rumah makan, daftar wisata lengkap dengan titik koordinatnya yang katanya memudahkan perjalanan. Saya balik tanya: sudah tau belum jalan kesana? Dijawab sudah. Masihkah perlu GPS? Katanya GPS bisa monitor kemacetan. Kalau anda memang sudah terjebak macet, memang mau kemana lagi?

Pesan dari artikel ini adalah sebaiknya pelajari dulu dengan seksama keperluannya. Demikian pula ketika membeli telepon selular, jangan bangga dulu jika handphone nya dilengkapi GPS. Lihat seberapa sering alat GPS ini nantinya diperlukan.

Jika ingin membeli handphone termasuk alat GPS, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri: Apa lebih sering pakai HP atau GPS-nya? Dijamin pertanyaan seperti itu sering bikin bingung bagi pemilik HP+GPS yang sudah beli mahal-mahal tapi akhirnya feature GPS-nya tidak pernah dipakai.

Untuk informasi lengkap perihal GPS, silahkan link ke sini:

GPS dari Wikipedia Indonesia

Untuk produk GPS (Garmin.com)

Untuk informasi tempat wisata/makan dll (Navigasi.net)

Mengukur akurasi speedometer mobil/motor vs speedometer GPS (Saft7.com)

Informasi dari RAPI mengenai GPS

  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Live
  • RSS
  • Twitter

Related posts:

  1. Urus Perpanjang STNK: Perlukah Perantara/Calo?
  2. AHM Punya Lomba Front Line People!
  3. Kreatifitas Motor Sebagai Alat Marketing
  4. Tips Pasang RAKOM Motor oleh Bro David JZ09HTD
  5. Sekilas Perangkat RAKOM atau Radio Komunikasi

9 Comments

  1. ferry says:

    wah, bagus banget artikelnya, om. Gw paling seneng dgn statement, “Sesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar gaya”.

    Jujur, sampai sekarang gw BELUM merasa perlu punya GPS. Walaupun ada yg jual 100-200rb pun, untuk saat ini gak akan gw beli (masih lbh bermanfaat buat beli bensin… hehe).

    Alasannya karena rute harian gw masih seputaran lokasi yg gw hapal.
    Turing pun masih sebatas lokal indonesia. Selama mulut masih bisa nanya (CPS – Congor Positioning System :D ), maka gw blm perlu GPS. Mungkin akan beda kalo turingnya udah ke afrika …. ;)

    * speechless denger ada temen yg bangga bener pake GPS … ‘turing’ dari Bogor ke Puncak (…!@#$&?!!)

  2. [...] Bro Saftari. Pertanyaan lanjutan, perlu nggak kita memiliki alat ini? Nah, silakan ngejunk di sini. Dia merupakan saksi hidup uji coba speedometer lawan GPS yang digelar Bro [...]

  3. ali says:

    Ada yg tau info harga GPS gak, saya mau beli GPS buat sepeda motor dg harga sktr 1 jtan, kira2 GPS merk and typenya apa ya….

  4. Heru says:

    Asyik juga nemu diskusi gps ini. thanks buat bro Langitan..

    Saya ngebayangin, mungkin, agenda blusak blusuk ke jakarta di rute bebas 3in1 kayaknya bakal ketolong dengan gps. Apa iya si? Apa peta di gps ada info arah arus lalinnya? tnaks additional infonya

  5. Astrajingga says:

    Memang, sebelum menggunakan GPS seharusnya kita faham dulu ttg GPS, paling ga tanya sama yang udah punya atau tahu GPS.

    Disarankan menggunakan GPS sejenis Mio dan Nuvi untuk navigasi jalan raya. Karena GPS ini memuat peta jalan dengan lumayan lengkap walaupun kadang2 tidak tepat. sedangkan Legend tepatnya untuk tracking. ditambah lagi Legend yang masih kuno dan ga bisa menggunakan SD card, hasilnya petanya masih kosong alias hanya peta dasar.

    OK Mas, kita sadarkan masyarakat dengan kebutuhan bukan dengan tren.

    Tx for info

  6. @ Mantugaul,

    Thanks atas masukannya. Dengan ulasan ini kita harapkan bagi yang sudah/akan punya GPS tidak sampai mubazir. Harapan saya alat GPS yang sudah makin modern ini dapat dipergunakan secara effektif sesuai dengan keperluannya.

  7. mantugaul says:

    nah kalo gps biar ga mubazir bisa dicoba garmin rino 530hcx, kalo gps lagi ga kepake bisa dipake radio dua arahnya, bisa saling kirim lokasi dan kirim pesan pendek pula, semua tanpa biaya baik gpsnya utk pemakaian free dan radio dua arah pemakaian juga free…jarak komunikasi radionya mencapai 14 mile atau 22,5km…asik kan…jarak MTA ke MKG saja hny 13,2km…lewat tuh…

    bagaimana jika sudah lebih dari 22,5km? bisa pake gps yg built in di ponsel, bisa komunikasi (tukaran posisi) selama ada signal gsm, termasuk hingga keluar negeri…

    gps menurut saya butuh oom, seperti layaknya radio dan TV, meski ga ditonton/didengar tiap saat tapi rumah anda ada kan kedua alat tersebut? kenapa perlu gps? lha wong gratis kok ga dipake hehehehe…

  8. Pulsa says:

    Podium 1 neh,

    Saya klo touring kemana2 selalu bawa gps garmin seri nuvi (layarnya lumayan besar), biar ga nyasar. Apalagi di tempat/kota yang baru saya kunjungi. Cari alamat juga bisa. Pokoknya dimana ada saya disitu ada gps, halah…

  9. @Astrajingga,
    Makasih bro..

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes